23.11.15

And She is Afraid of Heights

Apa yang sering ditakutkan orang saat jatuh cinta?

Banyak. Misalnya, pantas-nggak-nya, takut terluka, takut kehilangan, takut jika ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, takut saat akhirnya nggak berjodoh, dan banyak ketakutan yang lain. Ditambah pertanyaan-pertanyaan semacam "Apa dia punya perasaan yang sama?", "Apakah kita pantas buat dia?", "Apa dia hanya mempermainkan dan menjadikan kita sebagai pelampiasan?" "Apakah dia nggak akan pergi demi orang lain?", "Apakah akhirnya bisa berjodoh?", Semua ketakutan itu biasanya membuat seseorang jadi nggak benar-benar memperjuangkan dia yang dicintai.
Padahal, apapun bisa terjadi. Yang awalnya ragu, menjadi pasti. Yang nggak sengaja kenal, menjadi dekat. Bahkan mungkin, sebaliknya. 
Lalu, kalau apapun bisa terjadi, kenapa kita nggak berani mencoba memperjuangkan?

Pantas-nggak-nya bisa kita usahakan dengan proses memantaskan diri. Takut terluka? Cepat atau lambat, kita akan terluka karena cinta. Yang harus dipahami adalah, Is she/he was worth the pain? lalu, takut kehilangan? Bukankah semua orang pasti merasakan kehilangan? Entah karena putus, perceraian, ataupun kematian. Berakhir sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan masih lebih baik, karena setidaknya, kita pernah memperjuangkan. Dan jodoh ataupun nggak, itu bukan kapasitas kita buat memutuskan. Karena the choice is yours, but the decision is God's kan?

Jadi, kenapa jatuh cinta bisa se-takut itu? 

Semuanya nggak akan mudah buat mereka yang pernah terluka parah (karena cinta).  Sedikit banyak, mereka pasti lebih berhati-hati agar nggak terluka lagi. Butuh banyak pertimbangan buat kembali membuka hati setelah semuanya pernah berakhir perih. Butuh lebih banyak waktu, usaha dan pengorbanan buat mendapatkan hati mereka yang pernah terluka. if she flinches when he go to put his arm around her, someone else hand once wasn't so sweet. If she questions him, someone else lied to her. If she dosen't tell him things, someone else once betrayed her secret.

As the time goes by, without even realizing it, you will teach her a lot of things, not only about life and love but how its okay to feel something extraordinary about someone.



And for now, 
he want to say I love you then he keeps it to goodnight, 
because love will mean some falling...
 and she's afraid of heights. 
:
:
:
:
:
:
:
:
But, everytime she laughs, she hopes that he's watching. 
Just maybe he will fall for her smile, just as hard as she fell for his. :)
Labels :

19.10.15

Oh, Hello !

Ada yang pernah bilang, jika seseorang hilang dari dunia blogging, kemungkinan besar alasannya adalah : "Their real life happens". And maybe, I will be one of them.

My real life happens. Banyak hal yang harus saya bereskan selama beberapa bulan belakangan. Dan selebihnya, zona mati rasa dan titik jenuh yang bisa disalahkan. Hahaha.

Well, saatnya masuk ke topik sebenarnya. Apapun yang ditulis di sosial media nggak akan lepas dari anggapan "you're what you write". Sah-sah saja sebenarnya. Because no matter what you do, people will always judge you in the end. Tapi kadang hal seperti itu akan menganggu jika orang lain jadi sok-tau-banget dengan apa-yang-terjadi. Hanya dari sosial media yang tulisannya pendek saja orang bisa menilai sejauh itu. Apalagi kalau tulisan panjang yang berbentuk artikel seperti blog. Kebayang kan sejauh apa mereka menilai "penulis"nya? *curhat-terselubung.

Disini, saya akan bahas tentang behind the scene dari sebuah tulisan (khususnya tulisan dalam blog ini), sekaligus sebagai klarifikasi (dan pembelaan) dari anggapan you're what you write.

Pada umunya, blog dibuat untuk menampung hal-hal yang nggak bisa disampaikan secara langsung. Selama beberapa waktu, blog menjembatani apa yang mungkin dirasakan banyak orang, tapi nggak bisa disampaikan secara langsung ke orang yang bersangkutan. Banyak readers yang merasa "ya, that's what I feel too" setelah membaca artikel blog. Mungkin banyak juga yang merasa lebih baik ditengah kegalauannya dengan menjelajahi berbagai artikel di blog. Atau ada juga yang merasa bahwa jalan pikirannya sama dengan sudut pandang penulis dalam melihat suatu masalah.

Nggak semua hal di blog adalah pengalaman pribadi penulisnya. Ada juga yang pengalaman orang lain yang diedit sedemikian rupa sehingga menjadi artikel yang menarik buat dibaca. Ada juga yang terinspirasi dari kejadian sehari-hari yang dialami orang-orang di sekitar. Dan satu hal lagi, penulis nggak selalu menulis apa yang sedang dirasakan. Ada kalanya penulis blog share tentang kegalauan, padahal sebenarnya, that's not what they feel. Mereka hanya menulis berdasarkan topik yang (menurutnya) menarik, dan bisa dieksplorasi.

Labels :

23.8.15

Depression

I found this on the internet. And, I want to share it for you all. Its like everyone has their secret side, or maybe...everyone has their depressed-side. Sometimes we hate it when everything turned into wrong, we messed everything's up, and we don't know what to do. Sometimes we want to give it up. but ya...always remember that it always rain the hardest for people who deserve the sun, right? Everything will work out at that right time. So, we just need to be patient will all the things, especially with ourself. 

Labels :

16.7.15

1436H

We all feel lost sometimes. And when we lost in our way, we would make some kind of mistakes. We lost, we broke, we hurt. We messed everything up by keep doing the mistakes without knowing that we're just far from Allah's way.

When we realize that all the things turn into wrong, we need to stop for a while. There would be some questions like : Is it the test? The trap? The karma? Or the answer of our prayers?

We'll take the time to figure it out. We would review about what we have done. We would re-arrange the puzzle. We would re-read the Allah's map.

As the time goes by, we might find that we misunderstood the things. Something that we want the most should be something that we'll be better without. Something that we hate the most should be something that we'd be grateful of.

But if we didn't figure it yet, doesn't mean that we never will. It might not the future that we're afraid of, but repeating the past that make us feel anxious. Don't stress. Allah will give strength to go through what we're going through.

Sure we have sins, scars, bad memories. But, we're never as broken as we think we are. Don't be too worry about how much mistakes we ever made in the past. Because the worst past still can create the best future. Don't be afraid of losing. Because Allah will always guide us home.



Happy Eid Mubarak 1436H everyone. Saatnya kembali, karena Allah telah menanti.


posted from Bloggeroid
Labels :

27.6.15

Closer

Belakangan, banyak banget hubungan teman saya yang pacaran bertahun-tahun lamanya berakhir begitu saja. Oh well, mungkin nggak benar-benar "begitu saja" karena dibalik berakhirnya suatu hubungan, selalu ada segudang masalah dan pertimbangan. Di sisi lain, banyak juga teman saya yang tetap setia mempertahankan hubungannya meskipun berat, stuck, lelah, dan sebenarnya udah nggak mungkin diperjuangkan. So that I'm just wondering, how much it hurts?

Kalau bicara tentang seberapa parahnya luka hati (buat yang udah putus, maupun yang masih bertahan), jelas parah. Mengambil keputusan untuk bertahan atau melepaskan disaat semuanya udah sangat-dekat itu nggak mudah, dan (sedikit-banyak) pasti meninggalkan luka.
Ya, that too much will hurt you so much kan?
Logisnya, di usia twenty-something seperti ini, cinta saja nggak akan cukup buat mempertahankan suatu hubungan. Ada banyak pertimbangan lain. Tentang keluarga, prinsip, karir, dan masa depan. Ada kalanya harus menyerah dan mengalah pada keadaan. Ada kalanya juga harus kuat bertahan demi menunggu keajaiban yang akan menyelesaikan.
"Lalu, kenapa hubungan yang terlalu dekat akan menjadi complicated and left the uncomfortable feeling for us?"
Teman saya pernah bertanya seperti itu. And... I couldn't answer it properly. Semuanya masih baik-baik saja, sebelum makin dekat, makin lama, makin cinta, makin mendalam, yang sering berakhir dengan : makin menyakitkan.

Nggak bisa dipungkiri kalau semakin dekat dengan seseorang, secara nggak langsung kita udah "membagi" lebih dari separuh hidup kita buat orang itu. Kita tahu hampir semua hal tentang dirinya, keluarganya, kepribadian, karakter, bahkan sampai titik terendah dalam hidupnya. Pernah sadar nggak kalau kadang kita udah sejauh-itu masuk dalam kehidupan seseorang, dan sebaliknya? Pernah membayangkan sebesar apa kedekatan itu mampu mempengaruhi hidup seseorang?

Labels :

7.6.15

About Someone Who (Ever) Loved You

Someone who ever loved you might be the one who lost his feeling for you. He might be the one who loved and hurt you too deep, then leaving the unhealed wound inside. The wounds have transformed you a lot, so that you will never see the world the same way ever again.

You have a hard time to let him go. Because you just love him too much. You would be able to face the sadness of life. You would be able to feel the bitter pain. You might be broke. You might be lost.
But after all of this time, you will find yourself back. The stronger you are. The wiser you will be.
Then, after all the loneliness that you passed, he will come back. With a new hello. With a simple how are you. With a warm I miss you. It brings back the memories, the laughs, and the tears. So that you almost forget the pain, but he just stretch the scars.
Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra color. And the people there see you differently, too. Qoutes from : A hat full of sky 
So did you. You will see him differently. You may still love him, but there is something wrong inside. You might love and hate him with the similiar intensity. After all the ups and downs, long talks, and late night romance, he will go away. To the place where he belong. Leaving you with no goodbye.

No matter how sad and lonely you feel, he might just enjoy breaking your heart. One day, deep down you realize that coming back to where he started is not the same as never leaving. You can't always deal with some kind of come-and-go. You need someone to stay, completely, to hold your hand, and never leaving.

Not all the love will be worth fighting for. Someone who ever loved you may come back. But he can't stay. He will always have a special place in your heart. But it doesn't mean that you must have each other.

If it's meant to be, it will be. That's how the fate works. So you'll know that someday, whether he’s here or not, whether you end up with him or not, it doesn't really matter anymore–and it doesn't bother you at all. And you'll be fine, with or without him.


posted from Bloggeroid
Labels :

17.5.15

Prewedding Mbak Dita & Mas Romy

Halo, kembali di edisi mager, alias males gerak dan males nulis karena...nggak ada inspirasi yang sesuai. Dan kali ini, saya akan posting tentang hasil proyek motret prewedding bulan Maret lalu.

Ceritanya, konsep prewedding dibuat dalam beberapa tema. And this is my favourite one. Sky. Berangkat ke rumah Mbak Dita jam 4 pagi, lanjut ke lokasi jam 5 pagi, dan gagal dapat warna langit yang diinginkan. Akhirnya, yah... proses editing yang menyempurnakan. Berikut hasilnya, setelah dibentuk jadi kolase. 

 Sky (terinspirasi dari koleksi foto disini)

Labels :

29.4.15

Cerita dari UN CBT 2015

Seperti yang kita (semua) tahu, tahun ini Ujian Nasional dibuat dalam dua bentuk, yaitu PBT (Paper Based Test), dan yang terbaru~CBT (Computer Based Test). Dan, sekolah tempat saya mengajar memilih untuk melaksanakan ujian dalam bentuk CBT.

Memilih CBT berarti praktis untuk guru-guru yang biasanya menjadi panitia saat PBT, tapi berarti ke-ribet-an untuk guru-guru IT seperti saya. CBT~ seperti namanya, menggunakan komputer dan segala perangkatnya sebagai alat ujian. Sistem CBT dilakukan dengan menyiapkan komputer PC (minimal) sebanyak 1/3 dari jumlah keseluruhan siswa kelas XII. Itu berarti, 100 PC untuk sekolah saya yang jumlah siswanya 291. Lalu, 100 PC tersebut terbagi dalam 5 lab yang masing-masing memiliki 1 server yang nantinya akan terhubung ke server utama sekolah. semua persiapan itu harus di-beres-kan oleh sekitar 7 guru IT di sekolah, termasuk saya. Ditambah dengan jadi pengawas tryout selama 4 hari x 3 sesi (karena tiap sesi dilakukan sesuai jumlah komputer, yaitu 100 siswa. Maka akan ada 3x sesi untuk pelaksanaan ujian). Jadi, udah mulai terbayang betapa ribetnya?

Dalam pelaksanaan Ujian Nasional CBT, tiap ruangan (lab) akan dijaga oleh 1 proktor, 1 teknisi, dan 1 pengawas ujian dari sekolah lain. Proktor dan teknisi adalah "orang dalam" yang bertugas di sekolah sendiri. Teknisi adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kendali server. Sementara saya sendiri bertugas sebagai proktor. Fyi, proktor adalah semacam "pembawa acara" saat pelaksanaan ujian nasional. Tugas proktor adalah menjelaskan tata cara pelaksanaan ujian, memastikan bahwa semua peserta bisa login dengan benar, dan menjaga ketertiban (dan ketenangan) siswa selama pelaksanaan ujian.

Banyak hal-hal menarik yang terjadi selama pelaksanaan CBT. Berikut cerita selengkapnya... *halah.

CBT di sekolah diawali dengan...ber-selfie-ria di hari pertama (dan terakhir) ujian. Di hari pertama, sekolah mewajibkan semua guru untuk memakai seragam khaki atau pemkot yang mirip seragam PNS. Hasilnya, jadi merasa tua dan mirip ibu-ibu PNS...

Selfie dulu sebelum bertugas
Labels :

26.4.15

Berhenti

One step forward and one step back. And after all this time, how many times can we give it one more try? before we really say goodbye.

Ada kalanya kita berhenti. Bukan karena kelelahan. 
Tapi karena sadar bahwa ada beberapa hal yang memang tidak bisa dipaksakan. 

Ada kalanya kita berhenti peduli. Bukan karena membenci. 
Tapi karena sadar bahwa kepedulian yang tidak dihargai hanya akan berakhir sia-sia.

Ada kalanya kita berhenti menunggu. Bukan karena bosan. 
Tapi karena sadar bahwa yang ditunggu tidak akan pernah kembali.

Ada kalanya kita berhenti bertahan. Bukan karena siap untuk meninggalkan. 
Tapi karena sadar bahwa yang satu telah melepas secara perlahan.

Ada kalanya kita berhenti berharap. Bukan karena putus asa. 
Tapi karena sadar bahwa telah kehilangan arah sebelum harapan itu terpenuhi.

Cinta memang tentang siapa yang datang dan tak pernah pergi. Tapi masalahnya, peduli, menunggu, bertahan, dan berharap tidak selamanya bisa dilakukan jika perubahan perasaan dan hati manusia tidak terkendali, atau saat bukan kita yang diingini. 
We always have a choice. A choice to stay or leave, and to wait or let go. 
Dan entah sekarang atau suatu saat nanti, akan ada kalanya kita memutuskan pergi. Bukan karena ingin mengakhiri. Tapi karena sadar bahwa pergi adalah cara terbaik untuk melindungi diri... dari hal yang akan melukai (lagi).

Labels :

22.4.15

Sky

Jadi, udah berapa lama saya vakum-ngeblog-karena-kebanyakan-alasan...?  Setelah postingan terakhir yang.. yah begitulah, seperti-biasa- saya lagi kehilangan inspirasi buat menghasilkan postingan berbentuk artikel dan sebangsanya. Maka dari itu, kali ini saya posting hasil jepretan dari folder foto beberapa waktu lalu.

Saya baru sadar bahwa banyak foto langit yang nyelip diantara ratusan foto dalam folder. Lalu sejak kapan saya koleksi foto-foto langit? Entahlah. Yang jelas saya makin ketagihan buat berburu (foto) langit setelah tahu quotes ini :
In the sky there is always answer and explanation for everything. Every pain, suffers, joys, and confusions. (Ishmael Beah)
Berikut adalah beberapa foto langit dari beberapa tempat di beberapa lokasi. Enjoy it!

Dari event Blogger Nusantara, Jogja 2013

Labels :

2.3.15

For You, With No Goodbye


Hi, the sunshine that smile every morning. This is for you, with no goodbye.

Pretending that "I'm fine" were never be this hard. I lost my focus on doing something's right, I messed everything's up my by own, I can't handle this complicated situations, and... I screwed up. Is it enough to show you that "I'm not okay"...?

As you said before, that good times can gone anytime, but moment stays forever. Well, somehow I wish "forever" is never exist. Because in some points, you're not value that-kind-of "just you and me againts the world" that much, right?

Somehow it feels like you're the things I did right. You're the sunshine that makes me happy even when the sky is grey. You're the best part of every beautiful song that I listen to. You're the man who bring me calm in my pretty crappy day. You're my late night conversation every night. You're the person that I've been thinking of at 2 a.m when I can't sleep.

But somehow it feels like that should not be you, the person who was taking care of me-and my complicated things. You're not the right person to laugh with, to have a deep conversations with, or to joke around with. You're not the missing part of my favourite songs. You're not the one that I've been waiting for so long.

Labels :

22.2.15

Let's Go Shopping !

Kesibukan yang banyak sering membuat saya lupa cara bersenang-senang. Bahkan kadang weekend pun saya habiskan buat mengurusi side jobs. Dan karena 90% kesibukan harus saya selesaikan di depan laptop, maka internet menjadi salah satu kebutuhan primer.  Setelah beberapa lama menjalani rutinitas yang super-sibuk, saya mulai bosan. Saya mencari kembali cara bersenang-senang di sedikit waktu luang yang ada. Dari seringnya mengakses informasi, saya bisa menemukan cara bersenang-senang yang tepat yaitu melalui window shopping via internet.

Normally, saya nggak lepas dari girl's things seperti kebanyakan orang. Fashion, make-up, accesories, and...shopping. Meskipun sebenarnya, I'm not that kind of shopaholic. But, still, saya tetap menemukan kesenangan dengan melihat-lihat barang pada online shop, salah satunya zalora


Zalora is well-known for that kind of girl's things. Itu yang pernah saya dengar dari beberapa teman. Karena penasaran, saya pun membuktikannya. Dan...saya menghabiskan waktu hampir seharian for browsing di situs zalora. Saya menemukan banyak hal menarik, salah satunya produk kecantikan wardah. Disini, produk yang ada pun tergolong lengkap. Mulai dari make up, perawatan wajah, termasuk lengkap dengan paket promo menariknya. Untuk accesories, saya lebih memilih bracelet daripada lainnya. Hampir semua bracelet yang ada di zalora punya design unik-elegan-dan memanjakan mata. Harganya pun tergolong terjangkau, worth for it. 

Labels :

21.1.15

A Saturday Session

Selama ini saya memotret cuma just for fun. I'm not a professional. Saya juga masih dalam tahap belajar menggunakan kamera DSLR dengan baik dan benar. Jadi saat mendadak diminta memotret~apalagi buat cover majalah sekolah~Saya langsung galau. Dan, sesuai perkiraan, rasanya hectic banget saat harus meng-handle semuanya.

A vintage one. Nyobain editing warna vintage, step by step di photoshop

Banyak yang harus dipersiapkan dan dilakukan dalam satu sesi pemotretan (even it just for a school-business). Dari make up, kostum, lokasi foto, pengarah gaya, sampai setting kamera. Yang sebaiknya semua itu dilakukan secara teamwork. 

Labels : ,

13.1.15

Harder Than You Know

I thought that it will be easy to forget you. Forget about how closer we were. Forget about how hard you tried to get into my circle. Forget about the way you care, the way you tease, or the way you smile at me.
But, the more I try to forget, the more I realize that I can't. 
You were still there. When your name popped in my phone, when you sang that songs, when I was shivering at the time we met, or when I was waiting for your text all day long. It surprises me, that I actually capable of feeling this way.

You were still there, inside me as I was listening to that songs. When I was escaping into that strange city. When I was having a cup of coffee, gazing out the window and seeing the raindrops. Ya, just like today.

I hate to realize that, your absence just make this heart grow fonder. But, how can I miss you if you never would stay? Actually, as you said before~you really make me feel the love and the wounds at the same time.

As your take-it-easy things, I have tried it a thousand times. I'm trying to convince myself that everything will gonna be okay.  I'm trying to forget. I'm trying to let go. I'm trying to fill the emptiness that's left inside. And it just getting harder than you know.

At the end, I find that the hardest part of losing someone is not having to say goodbye, but rather learning to live without them. Ya, its not the goodbye that hurts, but the flashbacks that follow.

See how much you affect me now? Its not about how long you stay. Its not about how much you did. Its not about how far you entered the circle. It just about you, the one who is so wonderful to think of, but so hard to be without.

Labels :

6.1.15

Dua Kosong Satu Lima

Karena awal tahun disibukkan dengan beberapa hal yang penting (dan nggak penting), maka baru sekarang saya buat resolusi tahun 2015 ini. Sebelum itu, mari review resolusi 2014 yang pernah saya buat disini.

Well, hampir 90% resolusi tahun 2014 udah tercapai sesuai target. Kesibukan mengingkat drastis, bahkan bisa dibilang hampir overdosis. Job alias kerja tambahan (alhamdulillah) mengalir deras. Mulai dari membuat media pembelajaran, design buku tahunan, design pernak-pernik wedding buat teman-teman, termasuk proyek photography pertama (yang masih dalam proses editing). Untuk konsep blog, saya bisa bilang...much better. Udah berkurang-banget galaunya, udah cukup bisa membuka point of view pembaca, dan... I have a new place buat menulis artikel sejak gabung bareng blogger lain di amipop.com. Saya juga udah mendapatkan strategi baru, dan I can hadle the class.

Of course, saya bersyukur-banget dengan semua itu. It was like... tahun 2014 jadi waktu kerja-keras-banget buat saya. Lalu, gimana dengan dua-kosong-satu-lima atau 2015 ini...?

Secara garis besar, saya masih melanjutkan resolusi 2014 kemarin, yaitu :
  • Mengembangkan proyek design. Tetap di layout majalah, buku tahunan, dan logo. Mungkin akan berkembang juga di pernak-pernik wedding. Karena belakangan banyak permintaan buat design undangan dan wedding souvenir.
  • Mengembangkan proyek photography. Yang mungkin nantinya akan lebih banyak berkembang di prewedding, engagement, maternity atau yang sejenisnya. Karena sebagian besar request seperti itu. Yang paling penting, saya harus belajar motret dengan baik. Demi me-minimalisir kesalahan-kesalahan yang menyebabkan hasil foto jadi kacau sehingga butuh editing yang berat.
  • Tetap konsisten update blog, rajin posting tentang banyak hal seru, dan makin produktif buat nulis artikel di amipop.com.

Buat tambahannya, ada beberapa hal baru yang mulai ditargetkan di 2015 ini, yaitu :
  • Harus bisa lebih banyak bersyukur, stay positive dan nggak over-thinking dalam menghadapi apapun.
  • Atur waktu buat quality time. Buat keseruan bareng teman, kebersamaan bareng keluarga, dan jaga semua hal yang udah ada di hidup ini.
  • Saving. Not spending. Harus lebih banyak menabung buat semua persiapan masa depan, kurangi keluyuran seharian yang berakibat pada pemborosan fatal. Hahaha. 
  • Graduation. Lulus lebih cepat 6 bulan terlihat menarik. I hope so. Lebih cepat lulus akan lebih baik buat semua pihak. *winking.
  • Belajar buat settle down, meet my Mr.Right. And entering the new phase of life. Mungkin efek kebanyakan mengurusi weddingnya teman, atau... emang sudah waktunya memikirkan hal itu. Because somehow, I was tired of being broken. So, just let's see how the fate (and miracle) works !

Yang pasti, 2015 harus bisa lebih baik di semua aspek. Kerjaan, kuliah, side jobs, pola pikir, dan pola hidup harus lebih teratur. So, welcome dua-kosong-satu-lima. Please be nice to me. :D
Labels :

3.1.15

Recovery

For no one knows the heart-ache that lies behind the smiles. I wanted to tell you something.

Life is just full of surprises. They said that hope for the best, prepare for the worst, and everything will gonna be okay. But, are you sure?

For some reasons, the best preparation doesn't always work the way we wanted to. No matter how hard you hold on, sometimes you just fall. You lost. You're mad. You're broke. You hurt. And life will force you to experience that uncomfortable feelings.

You might be ready for this. But when it happens, you're not totally fine. The wound's still exist. You might hide that things in a smile, and an "I'm okay". But, you can't hide it forever. People will realize it.

As the times goes by, you must deal with the pain. Loneliness's hurt. Changing the habit might not be easy. Healing needs time. Recovery will become an on going process.

Meet the new people. Do whatever that makes you happy. Be thankful for the other bless. And if it doesn't work, be more patience with yourself.

Everything will be back as a normal. You'll be fine. And be happy once again.


posted from Bloggeroid
Labels :

1.1.15

An Explosion, A Path, and A Bless

Sometimes, life just twisted us around. It gave the unpredictable feelings, trapped us in some kind of path, or changed the direction of life. When the world had turned into wrong, all the things that we did just to explode it. We complained. We cried. We mad. Without realizing that an explosion will make a better way for everything.

Knowing that things always come together, bad and good, sadness and happiness, hello and goodbye, then. As Allah said : there is an ease after hardship. After an explosion, there will always be a bless. Can we realize that? Of course. Its our choice to have the intent for changing the point of view.

Every single step that we choose will lead us to a path. We walk into the path. We turn, we stop. We keep moving although we're afraid of losing. We just walk around, without knowing about what will happen. Basically, we're blind. We don't even know whether the path is the right one, the wrong one, or just a trap to twist us around.

Someday, we will understand everything. The wound will be healed, the pain will be gone. A path will give the best lesson to learn. As I've ever said before, life is just like a camera. Focus, capture, develop. And if plan don't work out, improve and take another shoot.

Don't be totally worried about everything that happened around. All of the pain will pay off. In the right time. We just need to do the best, be the best, give the best, and believe in Allah's way. Because no matter how strong we are, the choice is ours but the decision is still Allah's. So, just let Allah lead the way. :)


posted from Bloggeroid
Labels :