26.4.15

Berhenti

One step forward and one step back. And after all this time, how many times can we give it one more try? before we really say goodbye.

Ada kalanya kita berhenti. Bukan karena kelelahan. 
Tapi karena sadar bahwa ada beberapa hal yang memang tidak bisa dipaksakan. 

Ada kalanya kita berhenti peduli. Bukan karena membenci. 
Tapi karena sadar bahwa kepedulian yang tidak dihargai hanya akan berakhir sia-sia.

Ada kalanya kita berhenti menunggu. Bukan karena bosan. 
Tapi karena sadar bahwa yang ditunggu tidak akan pernah kembali.

Ada kalanya kita berhenti bertahan. Bukan karena siap untuk meninggalkan. 
Tapi karena sadar bahwa yang satu telah melepas secara perlahan.

Ada kalanya kita berhenti berharap. Bukan karena putus asa. 
Tapi karena sadar bahwa telah kehilangan arah sebelum harapan itu terpenuhi.

Cinta memang tentang siapa yang datang dan tak pernah pergi. Tapi masalahnya, peduli, menunggu, bertahan, dan berharap tidak selamanya bisa dilakukan jika perubahan perasaan dan hati manusia tidak terkendali, atau saat bukan kita yang diingini. 
We always have a choice. A choice to stay or leave, and to wait or let go. 
Dan entah sekarang atau suatu saat nanti, akan ada kalanya kita memutuskan pergi. Bukan karena ingin mengakhiri. Tapi karena sadar bahwa pergi adalah cara terbaik untuk melindungi diri... dari hal yang akan melukai (lagi).

Labels :

0 komentar: