11.10.16

The Puzzle

Hello, it has been (almost) a year, after our first talk. And, I want to tell you something...

Actually, I still learn about you, about me, about us. It takes time and effort to understand about some-kind-of-things.
Ya, human is the most interesting subject to learn. A subject that have the most dynamic feeling to predict.
So did you. Sometimes I thought that you avoid me, played some tricks at me, had been a fake person with your kindness, or became so cruel by stopping the chats, then leaving me with un-answered questions. But at the other time, you can be a good listener, a nice guy that give much attention to my cranky-time, and someone that still be there to take care of me and my complicated things.


For me, you might be a puzzle out there just waiting to be solved. Being with you is like matching, adjusting, analyzing, and arranging every piece of the puzzle carefully. Sometimes I put the right pieces easily, but sometimes I made mistake by arrange the wrong pieces. I was tiring, frustating, wanting to give up so many times. But after I took a time to be without you for a while, I found myself that I still be there. 

And between the ups and down in arranging the pieces. I learn something. About life. About being nice for all the people, seeing the good in every bad, being grateful for everything we have, taking time with the patience of waiting, and enjoying every little moment without rushing anything.

As people said,
Being with someone isn't need to be the same., Its about being sweet with each other.
Just like the puzzle, there are different shapes that complete each other to make a beautiful picture. So did us. We were two people, with two different personalities, different way of solving problems, different point of view.
.
.
.
.
But no matter how complicated it gets, I hope we could complete each other. Someday. And make a beautiful picture with that pieces.


Labels :

20.7.16

I Love You from 38.000 ft

Dari dulu, saya pengen banget nonton film remaja yang dibintangi Michelle Ziudith. Kenapa...? Karena (sepertinya) film yang dibintanginya termasuk film enteng, dimana nggak perlu mikir dulu buat mencerna makna dari cerita filmnya, nggak ada adegan penindasan macam sinetron, dan biasanya ada beberapa dialog berbau romance yang bisa jadi sumber inspirasi saya dalam menulis artikel. Hahahaha.

Dan entah kenapa juga, keinginan simple saya itu nggak pernah kesampaian. Dari jaman Magic Hours sampai London Love Story. Baru kemarin, saya berkesempatan nonton film terbarunya, I Love You from 38.000 ft.


Labels :

25.4.16

Addicted to You


Semuanya berawal dari kebiasaan. Iya, kebiasaan untuk saling menghubungi saat butuh lawan bicara, kebiasaan chatting sampai ketiduran, kebiasaan saling mengajak kemanapun meski hanya untuk sekedar menemani, sampai kebiasaan untuk saling bercerita tentang kehidupan pribadi... dan urusan hati.

Kebiasaan itu yang pada akhirnya berubah menjadi suatu kebutuhan. Banyak yang bingung membedakan antara cinta, atau sekedar butuh. Kadang kita nggak sadar, saat semakin jauh menjalani, dari sekedar kebiasaan akan berubah menjadi suatu kebutuhan, sampai akhirnya... menjadi cinta.
Ada yang bilang, cinta adalah candu. Tapi di kenyataannya, mungkin kebutuhan-lah yang lebih mampu menjadi candu.
Kebutuhan akan seseorang biasanya membuat kita menunggu, merasakan rindu, termasuk mengacuhkan perasaan cinta yang mulai tumbuh. Karena, kadang kita nggak peduli tentang cinta itu sendiri, disaat rasa candu akan kebutuhan telah menjadi sesuatu yang lebih menarik. 

Normally, kedekatan yang berujung kenyamanan akan membuat kita kecanduan. Kecanduan perhatian, canda tawa, sisi memanjakan-dimanjakan, sampai pada kecanduan untuk kembali pada sesuatu yang biasa disebut : rumah. 

Semuanya akan makin sulit untuk dibedakan saat kita sudah terlalu jauh. Saat kita merasa bahwa dengan kebersamaan, semua akan lebih baik. Saat kita nggak bisa menahan diri untuk melewatkan sehari tanpa saling memberi kabar. Termasuk saat kita mulai menolak kemungkinan untuk menerima orang lain, hanya demi menjaga hati.

Lalu semakin lama, rasa candu itu semakin menguat. Membuat kita lupa bahwa suatu saat, kecanduan akan menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan. Membuat kita percaya bahwa, suatu hari kedekatan, kecanduan, dan mungkin "cinta", akan menemukan jalannya sendiri. Membuat kita (berani) mengambil resiko untuk menikmati setiap detik kebersamaan secara perlahan, dengan setiap harapan terbaik untuk masa depan.

Labels :

22.1.16

Karena Semua Punya Luka


Dalam hidup (dan pergaulan), seringkali kita ngejudge dan menilai kalau hidup orang lain lebih baik, lebih mudah atau lebih bahagia. Padahal kenyataannya, belum tentu.
There were no people who was happy-all the time. Their situation might be worse, but they didn't show it.
Ya, setiap orang pasti punya masalah. Bukankah tiap orang akan diberikan masalah/cobaan sesuai kemampuannya? Entah sebesar maupun seberat apa masalah itu, kita nggak berhak buat mengukurnya. Karena, kemampuan tiap orang dalam menilai (dan menghadapi) masalah pun berbeda.
There will always be a reason behind every struggle.
Sekuat apapun kedekatan, toh pada akhirnya akan tetap ada banyak hal yang nggak akan kita ketahui secara pasti. Karena tiap orang juga punya banyak sisi. Termasuk sisi yang emang sengaja ditunjukkan, dan sisi yang sengaja disembunyikan.
The prettiest smiles hide the deepest secrets. The prettiest eyes have cried the most tears. And the kindest heart have felt the most pain. 
Kadang kita akan salah menilai tentang hidup seseorang. Karena di kenyataan, mereka berusaha keras buat menutupi masalah dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang selalu bersikap ceria buat menutupi luka, sering tertawa demi menghapus duka, maupun terlihat baik-baik saja padahal menyimpan banyak cerita.

Labels :

4.1.16

The Riddle

Hello, you...someone who just become my point of interest for this last three months,

Its like we've been talking a lot of things. About daily activities, about families, about your holiday, about our big-project-before-graduate, and a little bit about our kind-of-complicated-things. Little by little, I just know about you and your personality. The more I know about you, the more I realize that you're just...attractive. In many ways.

Someone said that,
You know you met someone special when everything you thought you believed is being challenged. Things you thought you would never do, you find yourself doing -quoteswarehouse.com-
And, I don't know why, you just make me doing something that I thought I would never do. I never thought that I must deal with you, and your ways to treat me. There's many things that I tried to understand from your kind of..everything. There's a lot of things to compromize instead of my ego.

As the time goes by, I start to deal with our small talks, our deep conversation with random jokes before sleeping, our teasing-fishing games, our real thoughts are. and...your way to extend the conversations by asking me things.
Sometimes, you can't explain what you see in a person, its just the way they take you to a place no one else can. -answersafrica.com-
So, what did I see in you? I couldn't answered it properly. Or maybe, I'm just afraid of explaining. But, I want to say that...


For now, I see you as a riddle. A riddle that make me afraid, but fun at the same time. A riddle that make me so confuse, annoyed, yet also make me feel so anxious to know you more. A riddle that I want to comfort after the things gone bad. A riddle that would make me smile when I was having my pretty crappy days. And a riddle that the girl needs, as a good guy who can help her laugh when she thinks she will never smile again.

In this another year, I hope we can share more smile, laughs, and silly acts. Disscussing about serious topics, debating about some stupid jokes, and talking about everything until we got sleep in the middle of the night. I hope we can do more things together. More things that we thought we would never do, but we found ourself doing.

And for the rest, just let it flow, like the way it be.

Labels :

1.1.16

Two Thousand and Sixteen

Loh... udah 2016 ya..? Sepertinya baru kemarin saya selesai menulis posting buat welcoming tahun 2015. Dan ternyata, sekarang udah waktunya me-review target tahun 2015 yang pernah saya tulis disini.

Secara garis besar, tahun ini saya merasa produktifitas dalam segala hal berkurang drastis. Banget. Entah hal apa saja yang saya lakukan selama setahun kemarin. Mungkin, hibernasi atau tenggelam dalam realita. Hahaha.

Oke, lebih tepatnya realita kesibukan di kampus dan sekolah. Maka hasilnya,

  • Cuma menghasilkan 18 postingan selama setahun, beberapa bulan tanpa postingan. Rekor terburuk selama 3 tahun terakhir. Vakum dari amipop.com, vakum jadi banci kontes maupun giveaway, vakum dari kegiatan blogwalkingOh well, sepertinya kemampuan menulis dan inspirasi bikin artikel saya udah karatan dan perlu diasah. 
  • Vakum total dari (proyek) fotografi dan desain. Sebenernya, nggak total juga sih. Tapi bisa dibilang, nggak produktif sama-sekali. Dalam setahun cuma menghasilkan foto dari satu session dan desain layout dari majalah sekolah. Mungkin kalau nggak "dipaksa" urusan majalah sekolah, hobi fotografi dan desain saya bisa benar-benar macet total. Hahaha.
  • Tapi, tahun 2015 ini saya rajin dalam hal baru, yaitu hand lettering. Selama setahun, entah berapa banyak hand-lettering yang saya buat dan berhasil bikin penuh instagram dalam #2015bestnine

Selanjutnya, target 2016 saya masih sama seperti 2015 lalu, yaitu :

  • Lebih banyak bersyukur, nggak overthinking, dan nggak terlalu pake perasaan biar nggak gampang sakit hati. Hahaha.
  • Saving more demi masa depan.Wahai tabungan, cepatlah besar nak.. *abaikan.
  • Graduation (please, tahun ini wajib usaha keras dan beneran harus-lulus). 
  • Jauh lebih sabar dalam menghadapi apapun. Karena makin dewasa, pasti cobaan hidup dan latihan kesabaran juga makin berat.
  • Entering new phase of life... Tapi opsional sih.. Hahaha. 
  • Terakhir... harus lebih banyak bahagia. Karena sudah lelah dengan kesedihan. *yaelah.. 

So, welcome two thousand and sixteen. Semoga semuanya bisa lebih baik dalam segala hal. Sosial maupun spiritual. Smile more, worry less, and... please be sweet, 2016. 


Labels :