26.7.13

Empat Tahun Untuk Selamanya

Kemarin gue buka-buka folder foto kelas gue selama tahun 2009-2013 ini. Nama kelasnya PendtoffA, yang merupakan singkatan dari Pendidikan Teknik Informatika Offering A. For sure, gue merasa time flies faster.

Life give us friend to know that we have Rainbow... 
Although in every shade of light and dark, 
you’ll always have a prism to see the colors of our world…

Gue ngerasa baru kemarin kenalan sama mereka, always bareng mereka dalam berbagai momen. Mulai dari males-malesan datang di acara inaugurasi ospek, ngikutin kuliah tamu dan seminar internasional, jadi supporter futsal kelas, nongkrong bareng di lantai depan ruang kuliah, contekan bikin tugas-tugas kuliah, uring-uringan gara-gara coding yang error, oper-operan tugas buat jadi PJ, narsis di tiap spot gedung kuliah, dan seru-seruan touring ke berbagai kota naik motor selama beberapa hari.


Gak terasa kalo sekarang semuanya udah punya jalan mereka sendiri. Ada yang sibuk berjuang nyelesaiin skripsi, ngurus sidang, nyari kerja, nyiapin pernikahan, dan balik ke daerah asalnya masing-masing. Waktu buat ketemuan-just for bercanda, kangen-kangenan, dan ngomongin masalah kerja-S2-nikah pun udah jarang didapat. Sekalinya ngumpul biasanya saat sidang skripsi mereka, atau saat bareng-bareng ngurus yudisium dan penjajakan pasca sidang.


Actually, I miss them. A lot. Gue kangen semua momen bersama mereka. Kangen candaan, curhatan, omelan, sepik2an, dan kangen cara mereka tiap ngerecoki gue. Selama empat tahun bersama mereka, berikut adalah kesan-pesan-dan-apapun-itu tentang mereka (urut absen kelas, biar gampang), yang gue tulis berdasarkan perspektif gue :

Labels :

16.7.13

You Played Drama, You'll Get Karma

Saat seseorang disakiti, dan yang menyakiti minta maaf, mungkin orang itu bisa bilang "Oke, udah aku maafkan kok," dan masalah selesai.

Truly, It's not that simple. Orang yang disakiti mungkin bisa bilang itu secara lisan dengan entengnya. While in their heart, they would say :
"Ya, aku maafkan. Tapi suatu saat kamu akan dapat karma dari apa yang kamu lakukan dulu,".  
Jadi, walaupun sudah memaafkan, kenyataannya mereka masih belum bisa ikhlas dan melupakan. Hal ini yang akhirnya memicu alam bawah sadar untuk melakukan semacam sugesti balas dendam.

sumber gambar : disini

Hampir semua orang yang disakiti sering melakukan hal tersebut, gak terkecuali orang yang baik. Hal yang paling berbahaya adalah marahnya orang sabar, kekecewaan orang ikhlas, dan sumpahnya orang teraniaya. Dan dalam kemarahan, kekecewaan, dan sumpah itulah sugesti-sugesti untuk karma itu muncul. Jadi sebaik dan sesabar apapun orang, kadang jarang sekali mereka bisa benar-benar memaafkan dan ikhlas saat disakiti seseorang...

Labels :