25.10.14

Thrilling

If there were black and white, sometimes we just need of being grey. If we always obey the rule, sometimes we just need to break it.

Well, doing something bad (out of the procedure) was just like jumping from the highest place, without safety tools. It was thrilling, challenging, but... Cause nervousness, fear, and worrying during the time.

I hope this would be the first, and also the last. I was really sorry for breaking the right procedure. But, you know I really need this licence, right...?

posted from Bloggeroid
Labels :

21.10.14

Seandainya

Seandainya kamu nggak pernah jatuh sedalam itu, mungkin kamu akan melayang saat dia tiba-tiba menelpon, menanyakan kabar, dan mengakhirinya dengan kalimat, "Kamu baik-baik ya disana, take care..."

Seandainya kamu nggak pernah disia-siakan, mungkin kamu akan bisa menghargai saat dia tiba-tiba datang ke rumah, memberikan surprise, membawa makanan kesukaan kamu, atau hanya sekedar buat melihat kamu tersenyum.

Seandainya masa lalu kamu nggak pernah sepahit itu, mungkin kamu nggak akan menolak saat dia meminta kamu untuk jadi bagian berharga buat masa depannya kelak.

Seandainya kamu nggak pernah dikecewakan, mungkin kamu akan kembali karena merasa dibutuhkan saat dia berkata, "Udah lama nggak ngobrol sama kamu. Aku ngerasa kehilangan...".

Seandainya kamu nggak pernah dikhianati, mungkin kamu akan percaya dengan semua perhatian yang dia berikan, kekhawatiran yang kadang berlebihan saat terjadi sesuatu dengan kamu, dan rasa takut kehilangan yang dia rasakan hanya buat kamu.

Seandainya hati kamu nggak pernah sesakit itu, mungkin kamu akan luluh dengan semua perjuangan, perhatian, dan pengorbanan besar yang dia lakukan sampai sejauh ini.
Behind your complicated things~ and (maybe) your fear of love, you just tired of being broken.
Ya. Dia harus tau, bahwa kamu berbeda. Hati kamu pernah sakit sejadi-jadinya. Kamu hanya butuh waktu yang lebih lama buat membuka diri. Dan dia butuh kesabaran lebih buat meyakinkan bahwa kamu nggak akan terluka lagi saat bersamanya nanti.

If there were no wounds, it would be easy. Seandainya luka itu nggak pernah ada, semuanya akan jauh lebih mudah. Buat kamu, dan dia. Buat kamu yang pernah terluka, dan buat dia yang berusaha menyembuhkan luka itu.

posted from Bloggeroid
Labels :

15.10.14

Just wanna let you know, M

This night, I realize that our past were just happened by our faults. Not all of you, not just me, but both of us. At that time~ I'm really sorry, for blaming you, for making no effort in our relationship, for hating you with all of my ego.

It was pathetic when I (finally) learned to show how much I care, just after you left. I made an effort. I went miles alone~just to meet you. I cancelled my other promises when you're here. I learned about your favorite colors. About the things you like, and dislike. I became the first person who had known everything about you. I have been here at your best~and your worst.

It had been years. We have gone so far into two different circle. People changed. So did you, and me. We grew up through all the ignorance, tears, betrayal, fights, smiles, and laughs. Sometimes we were acting cold, and the other time we enjoyed our talks until the late of night. Sometimes we hurt each other~ became a stranger, and the other time we stayed together~shared about anything, even the private one.

After all of this time, I just want you to know this. You're the best partner I ever had. The person that I did really care. The best guy to share everything with. The man who make me as I am now.

Then, thanks for being one of the best part in me, M.

posted from Bloggeroid
Labels :

4.10.14

Jatuh Cinta Tanpa Rencana

"Aku nggak nyangka kalau bisa sedekat ini, padahal aku nggak pernah merencanakannya"

Udah kesekian kalinya saya mendengar ucapan seperti itu dari beberapa teman, plus cerita lengkapnya. Iya, cerita tentang awal mula mereka kenal, dekat, lalu... Nggak sadar kalau udah jatuh cinta.

Ada satu hal menarik dari cerita mereka, yaitu... "aku nggak nyangka", dan "aku nggak berencana". Hei, emang jatuh cinta bisa disangka dan direncanakan? Bukankah kata mbah Sudjiwo Tedjo : Kita bisa berencana menikah dengan siapa, tapi nggak akan bisa memilih jatuh cinta dengan siapa? Tapi, akan ada cara pandang yang beda setelah membaca quote dari blog Wila ini :

Karena Allah maha membolak balikkan hati manusia. Tapi, hati kan milik kita. Kita yang memilih, kok Allah yang disalahkan.

Nahh, jadi... apa sebenarnya kita bisa memilih? Lalu, bagaimana dengan takdir dan semacamnya...? Dari beberapa fakta dan referensi, saya ambil satu kesimpulan : Kita (secara nggak sadar) udah memilih buat jatuh cinta dengan siapa. Maksudnya...? Oke, ini penjelasannya.

Awalnya, kita hanya sekedar tahu-dan kenal. Lalu berlanjut ke ngobrol tentang tugas, menggosipkan teman, bercanda gajelas, sampai ke... Laporan tentang kegiatan sehari-hari, maupun curhat masalah pribadi.

Kenapa bisa sejauh itu...? Karena kita nggak membatasi diri, dan secara nggak sadar, kita udah membuka hati dan memberi banyak celah yang membuat keadaan makin dekat.

Dimana proses memilihnya...? Saat kita masuk ke tiap tahap kedekatan selanjutnya. Misal : keperluan awalnya hanya urusan tugas/kerjaan. Harusnya saat si dia mulai bertanya hal yang diluar topik~seperti "Lagi ngapain?", kita nggak perlu menanggapi. Kalau kita menanggapi, berarti kita udah memilih dan memberikan celah ke dia buat mengakses kehidupan pribadi. Dan jelas, kita udah masuk ke tahap selanjutnya dari kedekatan itu.

Apa saja penyebab kedekatan itu...? Perlakuan kita ke si dia. Tanggapan kita ke semua masalah, cerita, dan keluhannya. Kebiasaan chatting seharian, kebiasaan saling memberi laporan tentang kegiatan sehari-hari, kebiasaan bercanda tentang hal nggak penting, dan kebiasaan buat cerita masalah pribadi. Akhirnya berujung ke rasa nyaman yang membuat kita mulai membuka diri.

Tapi bukankah kita cuma teman...? Ada yang bilang, rasa nyaman bisa buat orang lupa kalau hanya sebatas teman. Oke, lebih tepatnya teman yang... Merasa kehilangan saat dia nggak menghubungi seharian. Menunggu saat dia nggak segera membalas sms, chat, maupun telepon. Gelisah saat dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Senyum-senyum sendiri saat reading your old conversations. Seneng-banget saat nama si dia muncul di layar hape. Nggak sabar buat membagi kebahagiaan dan kesedihan lewat cerita ke si dia. Dan..., hampa saat dia jauh dari sisi. Lalu, apa ke semua teman yang lain kamu juga merasakan hal-hal itu?

Kadang, kita nggak sadar kalau udah terlalu jauh masuk di kehidupan seseorang. Sampai kita nggak tahu cara keluarnya. Dan kadang, kita nggak sadar kalau udah jatuh cinta tanpa rencana. Semuanya mengalir begitu aja tanpa sempat kita cegah. Karena, kadang jatuh cinta itu nggak butuh rencana. Tapi hanya butuh celah, kesempatan, dan kondisi yang memungkinkan.

posted from Bloggeroid
Labels :