4.10.14

Jatuh Cinta Tanpa Rencana

"Aku nggak nyangka kalau bisa sedekat ini, padahal aku nggak pernah merencanakannya"

Udah kesekian kalinya saya mendengar ucapan seperti itu dari beberapa teman, plus cerita lengkapnya. Iya, cerita tentang awal mula mereka kenal, dekat, lalu... Nggak sadar kalau udah jatuh cinta.

Ada satu hal menarik dari cerita mereka, yaitu... "aku nggak nyangka", dan "aku nggak berencana". Hei, emang jatuh cinta bisa disangka dan direncanakan? Bukankah kata mbah Sudjiwo Tedjo : Kita bisa berencana menikah dengan siapa, tapi nggak akan bisa memilih jatuh cinta dengan siapa? Tapi, akan ada cara pandang yang beda setelah membaca quote dari blog Wila ini :

Karena Allah maha membolak balikkan hati manusia. Tapi, hati kan milik kita. Kita yang memilih, kok Allah yang disalahkan.

Nahh, jadi... apa sebenarnya kita bisa memilih? Lalu, bagaimana dengan takdir dan semacamnya...? Dari beberapa fakta dan referensi, saya ambil satu kesimpulan : Kita (secara nggak sadar) udah memilih buat jatuh cinta dengan siapa. Maksudnya...? Oke, ini penjelasannya.

Awalnya, kita hanya sekedar tahu-dan kenal. Lalu berlanjut ke ngobrol tentang tugas, menggosipkan teman, bercanda gajelas, sampai ke... Laporan tentang kegiatan sehari-hari, maupun curhat masalah pribadi.

Kenapa bisa sejauh itu...? Karena kita nggak membatasi diri, dan secara nggak sadar, kita udah membuka hati dan memberi banyak celah yang membuat keadaan makin dekat.

Dimana proses memilihnya...? Saat kita masuk ke tiap tahap kedekatan selanjutnya. Misal : keperluan awalnya hanya urusan tugas/kerjaan. Harusnya saat si dia mulai bertanya hal yang diluar topik~seperti "Lagi ngapain?", kita nggak perlu menanggapi. Kalau kita menanggapi, berarti kita udah memilih dan memberikan celah ke dia buat mengakses kehidupan pribadi. Dan jelas, kita udah masuk ke tahap selanjutnya dari kedekatan itu.

Apa saja penyebab kedekatan itu...? Perlakuan kita ke si dia. Tanggapan kita ke semua masalah, cerita, dan keluhannya. Kebiasaan chatting seharian, kebiasaan saling memberi laporan tentang kegiatan sehari-hari, kebiasaan bercanda tentang hal nggak penting, dan kebiasaan buat cerita masalah pribadi. Akhirnya berujung ke rasa nyaman yang membuat kita mulai membuka diri.

Tapi bukankah kita cuma teman...? Ada yang bilang, rasa nyaman bisa buat orang lupa kalau hanya sebatas teman. Oke, lebih tepatnya teman yang... Merasa kehilangan saat dia nggak menghubungi seharian. Menunggu saat dia nggak segera membalas sms, chat, maupun telepon. Gelisah saat dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Senyum-senyum sendiri saat reading your old conversations. Seneng-banget saat nama si dia muncul di layar hape. Nggak sabar buat membagi kebahagiaan dan kesedihan lewat cerita ke si dia. Dan..., hampa saat dia jauh dari sisi. Lalu, apa ke semua teman yang lain kamu juga merasakan hal-hal itu?

Kadang, kita nggak sadar kalau udah terlalu jauh masuk di kehidupan seseorang. Sampai kita nggak tahu cara keluarnya. Dan kadang, kita nggak sadar kalau udah jatuh cinta tanpa rencana. Semuanya mengalir begitu aja tanpa sempat kita cegah. Karena, kadang jatuh cinta itu nggak butuh rencana. Tapi hanya butuh celah, kesempatan, dan kondisi yang memungkinkan.

posted from Bloggeroid
Labels :

8 komentar:

JengPiet said...

Kereeen deh blogger satu ini... Jempoooll :-D

permaisuri said...

hahahahaaa.. tuh kaaaan.. aku termasuk salah satu inspiratornya nih :P

miftah faradisa said...

Mbak Fit : hai mbak, makasih...makasih udah komen juga... :D

Wila : iya, inspirator sekaligus korban...hahaha

Nurul Huda said...
This comment has been removed by the author.
Yandhi Ramadhana said...

cinta emang gitu suka bikin suprise, sama kayak cinta gw ke wanita yang 3tahun lalu gw nikahin.

miftah faradisa said...

huda : hahaha... iya silahkan di-share...

kak yandhi : bener banget...kayak ke kak cindra ya...cieee..

Rahajeng Kartika said...

nih ada pup mip.. ._.

miftah faradisa said...

hihhh, mengerikan... :|