10.10.13

Crush, Time and Wedding

When you turn 20+, atau di usia mahasiswa semester akhir, pernikahan akan jadi hal yang paling sering dibahas. Jelas, karena saat kelulusan sudah didepan mata, undangan pernikahan dari teman akan bertaburan. Ditambah keisengan dan kode-kode dari teman plus keluarga dengan pertanyaan wajib "Kapan nyusul (nikah)?" atau "Mana nih calonnya? Kok belum dikenalin...". Dua pertanyaan itu udah lebih dari cukup untuk membuat kita kepikiran tentang pernikahan.
Fyi, pernikahan bukan satu hal yang bisa diputuskan atau ditentukan dengan gampang. 
Pernikahan harus diawali dengan choosing the right one. Kita harus memilih orang yang tepat untuk menikah. Hal ini nggak-semudah seperti saat memilih seseorang untuk pacaran, atau HTSan. Lebih dari sekedar crush, lebih dari sekedar pasangan yang nggak-malu-maluin untuk diajak kemana-mana, lebih dari sekedar a person to have fun with. 
We might have a crush for someone, but we might never take them to the marriage level
Dalam hidup, ada banyak orang yang hanya cocok untuk dijadikan persinggahan sementara, hanya cocok untuk dijadikan someone to wasting time with, dan hanya cocok untuk play and being played, tapi nggak-cocok-untuk-to be forever with. 


Gambar aslinya ada disini

Pernikahan adalah hal yang sakral. Sekali seumur hidup. Saat (nantinya) memutuskan untuk menikah dengan seseorang, you must be sure that he was the right one, untuk bersama menjalani pernikahan dan the rest of life. Karena nggak mungkin kalau harus menjalani pernikahan (nantinya) dengan orang yang beda prinsip, beda arah tujuan, dan beda dalam hal lain yang sulit untuk disatukan. Nggak mungkin nantinya harus menjalani pernikahan dengan orang yang difficult to share in a sad and joyous.


Karena dalam pernikahan juga dibutuhkan friendship yang kuat. Lack of friendship made unhappy marriage. Dengan menganggap pasangan sebagai sahabat, seseorang akan terbiasa untuk terbuka dan menceritakan semua masalahnya hanya-kepada pasangannya, bukan pada orang lain.
Seburuk apapun pasangan, seseorang tetap nggak pantas untuk menceritakan semua hal pribadi berdua kepada orang lain, sekalipun pada sahabat dekat diluar sana. - Someone, in a long talks-
Sehingga saat saya sudah menikah, masalah-masalah yang terjadi bisa diselesaikan berdua tanpa melibatkan orang lain atau pihak luar. Jangan sampai nantinya we are so desperate to looking for someone outside, so that we forget that who we are looking for is already inside of us. Kita berusaha menyelesaikan setiap masalah dengan mencari solusi diluar sana, padahal yang sebenarnya kita butuhkan sudah ada di dalam diri berdua.

Setelah menemukan orang yang tepat, and have a crush with him, semua hal yang berhubungan dengan pernikahan akan lebih mudah untuk ditentukan bersama. Karena bagaimanapun, pernikahan itu nantinya akan dijalani berdua. Untuk masalah waktu yang tepat, akan berbeda-beda menurut tiap orang. So, just let the time make it happen.
Because wedding is not about who got the fastest wedding, its about who will keep up the marriage longer than others. -HitamPutih-


 Artikel ini diikutsertakan pada


Labels : ,

6 komentar:

agha maruf said...

Asyik,.. intinya, nikah itu tidak mudah kawan! Ada keputusan yang harus melibatkanNya, yang menciptakan kita semua. Bagi yang masih betah pacaran, dan tidak berani menikah serta suka nyakitin hati orang, silahkan baca blog ini ya.. blog ini sangat kece dan asyik banget tuk dibaca.

Maknanya oke, diksinya aduhai, apalagi cara penyampaiannya... ambok!! Amazing banget dech,...

Sip, semangat terus menulis teman,,,.. aku sudah follow blogmu, jadi bisa terus komentar setiap ada postingan baru..

miftah faradisa said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Santi Dewi said...

Siip... harus dipersiapkan dgn matang, juga mental bukan hanya materi. Semoga cepat bisa menemukan pendamping hidup yang sesuai ya...

miftah faradisa said...

nahh..iya bener mbak...

aminnn...makasih doanya... hehe

Uniek Kaswarganti said...

Menikah itu gampang koq, Miftah. Once you decide it, the rest will flow along. Asalkan diniatkan untuk ibadah, Allah akan memberikan jodoh yang tepat untuk kita bagaimanapun kondisinya. Oke? Semoga yg terbaik utk Miftah lah yg nantinya dipilihkan oleh Allah.
Terima kasih ya untuk partisipasinya :)

miftah faradisa said...

Amiiinn...makasih.. :D