12.10.13

Sebuah Kebanggaan

Kebanggaan adalah perasaan yang dirasakan saat seseorang berhasil meraih suatu hal yang diinginkan. In general, Kebanggaan tiap orang berbeda-beda menurut tingkatan dalam perjalanan hidup.

Saat masih balita, kebanggaan bisa didapat saat mulai bisa berbicara, mulai bisa berjalan, dan mulai merespon apa yang ada di sekitar. Saat anak-anak, sekitar usia sekolah, kebanggaan bisa berupa rasa bangga saat mendapat ranking 3 besar di kelas, atau saat terpilih mewakili lomba-lomba antar-pelajar. Saat remaja, kebanggaan bisa didapat saat seseorang mulai mengenal cinta. Di masa itu, kebanggaan seringkali muncul saat berhasil-pacaran dengan idola sekolah, atau cowok-cewek populer. Kebanggaan berlanjut saat berhasil masuk di perguruan tinggi impian, lulus kuliah dengan hasil yang memuaskan, dan bekerja sesuai passion dan impian.

Then, the time flies. Seorang anak akan berubah menjadi sosok dewasa saat memutuskan untuk berumah tangga dan memiliki keturunan. Kebanggaan orang dewasa (umumnya) didapat melalui anaknya. Bangga saat melahirkan, saat melihat perkembangan anak, saat berhasil mendidik dan memberikan kasih sayang hingga anak beranjak dewasa.

Arti kebanggaan menurut saya adalah suatu kepuasan pribadi saat mampu membahagiakan orang lain di sekitar. Kebanggaan bisa saya dapat ketika orang-orang disekitar bisa tersenyum dan bahagia. And I got it more, when I was one of the reason of their happiness. Kebanggaan nggak menuntut orang lain untuk ikut merasakannya. Karena kebanggaan harus didapat oleh diri sendiri--dari hati, sebagai wujud dari menghargai usaha yang telah diri sendiri lakukan. Video CineUs berikut akan menggambarkan sekilas mengenai kebanggaan.


Sebuah trailer dari  novel CineUs yang menceritakan perjuangan keras seseorang untuk menang dalam Festival Film Remaja demi sebuah klub di sekolahnya.
"Melelahkan sekali kalau kita terus memikirkan pengakuan dari orang lain. Kebanggan itu disini, bukan disana." 
Saya sangat setuju dengan quote yang ada dalam trailer CineUs diatas, kebanggaan nggak harus selalu didapat dari pengakuan orang lain. Akan sangat melelahkan saat kita harus menunggu orang lain mengakui kebanggaan mereka terhadap kita. Hal ini mengingatkan saya pada qoute dari seseorang di status facebooknya.
"Jangan pernah mendengarkan omongan buruk orang lain tentang dirimu. Terlebih jika dia tak pernah memberikan sumbangsih apapun dalan rencana kesuksesanmu. Adalah bijak untuk mencari tahu lebih dalam. Mana yang benar-benar nasehat, dan mana yang hanya sekedar perkataan penghambat. "- Someone, on his fb's status.
Ya, untuk bisa meraih kebanggaan, kita harus selalu berusaha be wise for menerima omongan buruk dari orang lain. Karena nggak semua omongan buruk itu benar. Kalau kita terpuruk karena menerima mentah-mentah semua omongan mereka, kita sendirilah yang akan hancur. Dan mungkin, kita nggak akan pernah bisa merasakan banyak kebanggaan hanya karena mendengarkan omongan buruk tentang diri kita.

Kita yang jauh lebih mengenal diri kita sendiri. We--exactly, know ourself better than others. Jadi, kenali diri sendiri, hargai, and be proud of yourself.



Postingan ini diikutsertakan dalam :


Labels : ,

13 komentar:

oness fee said...

Mampir di blog baru ane ya gan http://onspe.blogspot.com/2013/10/about-me.html

Agha Elmakrufi said...

rajin bener nich orang nulisnya...
jadi tambah asyik baca blog, enak dibaca lagi tulisannya...

sip, semangat.. salam kenal ya... ini koment perdana lho!!

Nizaruddin Rais said...

thanks for lighten up my day yesterday :D
these words is really made my day

miftah faradisa said...

Oness : okee..

agha : makasih, gha...

nizar : thanks, you're welcome...

Evi Sri Rezeki said...

We--exactly, know ourself better than others. Jadi, kenali diri sendiri, hargai, and be proud of ourself. <--- kaliamat penutup yang cantik, nice post :)

miftah faradisa said...

makasih kak..hehe

nazaruddin ikhsan said...

keren ! nice artikel esensi kebanggan itu dari sini (nunjuk hati) bukan dari orang lain :') ini artikel harus menang nih haha :D

Roro Mira said...

selalu punya semangat kalo ngebaca postingannya mbak Miffa ^^
selalu angguk angguk sendiri, senyum ahhh ekspresif!

Elang Wicakso said...

Oh ini nih lomba review Cine Us yg waktu itu. Kmaren di BN ketemu sama Evi kan ya Mif? Kebanggaan itu ketika kita berhasil membuat orang yang kita sayangi tersenyum. Ehehe

Haris Luqman Hakim said...

gak akan ada habisnya kalau mengejar pengakuan dari orang lain. selalu bangga menjadi diri sendiri,

Wiwi Aswan said...

"be wise for menerima omongan buruk dari orang lain. Karena nggak semua omongan buruk itu benar"

Suka sama kalimat ini :D

Mei Wulandari said...

kemarin mau ikutan ini tapi gak jadi, padahal tulisan sudah di draft hadewwww
bangga bagiku percaya pada kemampuan diri dgn cara bersyukur dan selalu bermanfaat bagi sekitar

Zhie Cha Smile said...

setuju dengan ari kebanggaan menurut kak Miftah.. saya juga begitu,, bangga ketika saya bisa membahagiakan orang lain.. membuat orang-orang di sekitar saya merasa senang:)