18.8.14

Makhluk Super Sibuk

Dulu, saya pernah kesel banget sama seseorang. Alasannya, cuma karena dia terlalu sibuk dengan segudang urusannya. Hampir 24 jam dia habiskan buat mengurusi ini-itu sampai nggak ada waktu buat sekedar refreshing. 

Tapi dibalik ke-kesel-an itu, I adore him. Dia bisa melakukan banyak hal yang seru dan bermanfaat, disaat orang seusianya (termasuk saya) masih ribet ber-galau-ria. Se-sibuk apapun, dia selalu bisa menyempatkan diri buat menolong orang yang membutuhkan bantuan (dan perhatian) darinya. Ya, sepertinya dia tau-banget tentang how to spend you time with.

Hasilnya, banyak yang bisa dimengerti dari kesibukannya. Mulai dari ribetnya me-manage waktu dan kesibukan, berharganya waktu istirahat yang minim, senengnya melihat banyak hal yang bisa dihasilkan, termasuk nggak-enak-nya di-complain orang-orang terdekat karena terlalu-sibuk.

Tapi, sibuk nggak selamanya nggak enak kok. Kalau kamu mau mencoba, sebenarnya banyak hal positif yang bisa dipelajari dari semua kesibukan itu dan segala bentuk rasa capeknya. Misalnya :


Bisa produktif
Pernah tau rasanya ditanya "udah pernah meraih dan menghasilkan apa aja selama ini?" disaat kamu masih males-malesan karena sibuk mengurusi kegalauan?
Rasanya, nggak-enak-banget. Nah, tapi dari pertanyaan itu kamu akan punya semangat buat melakukan suatu pembuktian. Kamu akan terlatih buat mencari kesibukan demi menghasilkan sesuatu dari kegalauan maupun ke-males-malesan itu. Dan di akhir, kamu pasti bangga saat sadar bahwa udah berhasil membuat banyak karya dan pencapaian yang bisa dinikmati banyak orang. Nggak percaya..? Try it, and you would feel the greatest pride.


Tau betapa nggak enaknya menunggu dan berartinya sebuah Quality Time
Kamu yang sering ngaret lalu membuang waktu orang lain demi menunggu, bersiap-siaplah mendapat pelajaran berharga. Hahaha. Kamu akan sadar bahwa sekecil apapun waktu terbuang pasti mempengaruhi dan menggeser jadwal selanjutnya yang harus ditata ulang.
Iya, menunggu itu nggak enak. Apalagi menunggu kamu yang nggak bisa ngasih kepastian... *huek.
Selain itu, disaat waktu luang yang dimiliki terbatas, kamu akan mulai "perhitungan" tentang siapa yang worth for your time. Kamu akan bela-belain menyisakan dan memanfaatkan waktu buat ber- quality time bersama orang terdekat atau buat memanjakan diri kamu sendiri (me-time). Kamu juga akan belajar buat nggak buang-buang jatah quality time demi seseorang yang cuma bisa menyakiti hati kamu, *if you know what I mean... *kaburrr....


Jauh dari pikiran buruk dan perasaan yang nggak enak
Kesibukan yang menggunung akan membuat kamu sering pulang dalam keadaan capek-banget, lalu bergegas menyelesaikan sisa kerjaan (jika memungkinkan), atau malah langsung tidur pulas sampai pagi.
Dengan begitu, kamu nggak akan punya waktu semalaman buat membenci orang lain, menggalaukan masa lalu, mengkhawatirkan masa depan, dan merasakan kesepian sejak dia pergi... *huks.
Jadi orang super-sibuk emang nggak mudah. Tapi yang terpenting, se-sibuk apapun kamu, harus tetap jaga kesehatan dan jangan sampai jadi over-sibuk. You must know how busy you are, and how much the things that you could handle. So, tertarik mencoba buat jadi orang yang super-sibuk?
Labels :

4 komentar:

agha maruf said...

Manusia super sibuk. Semakin tua semakin sibuk dan biasanya waktu semakin tak terasa. Ya, keren sekali manusia sibuk tuh.
bu guru Miftah kabarmu sekarang bgmna?

miftah faradisa said...

hahaha. thanks for reading...

permaisuri said...

aku sih nggak suka sibuk-sibuk banget mbak, soalnya over-sibuk nggak bikin aku bahagia..nah, buat temennya mbak mungkin dia bahagia dengan kesibukannya, makanya nggak kerasa.. kita yang ngeliat malah yang kerasa capeknya..hahahaa

miftah faradisa said...

yups wil...kalo over pasti jadinya malah nggak enak...karena sesuatu yang berlebihan itu nggak bagus...hahaha