1.5.19

Untuk Kamu



Kamu hadir, disaat aku mulai menyerah dengan semuanya

Kamu hadir, disaat aku mulai berhenti berharap pada dunia
Kamu hadir, disaat aku lelah dengan hati yang penuh luka


Untuk kamu, yang tak pernah berhenti memberi arti, terima kasih.


Terima kasih telah mengajarkan keberanian untuk kembali menata diri

Terima kasih telah bersabar menaklukan kerasnya hati
Terima kasih telah bersedia membangun kembali harapan yang telah mati
Terima kasih telah menunggu dan mampu bertahan sekuat ini.
Terima kasih telah menjadi jawaban dari hati yang telah lama menanti.


Untuk kamu, yang telah membuatku berhenti mencari.



Tetaplah bertahan, saling menemani di sepanjang hari
Tetaplah berjuang, meski seberat apapun jalan yang akan dilalui
Tetaplah bersabar, untuk menjadi rumah tempatku kembali
Tetaplah disini, menjadi doa yang akan selalu kujaga sampai nanti.


Karena kamu, adalah rasa syukur yang selalu kupanjatkan tanpa henti. 


Mulai saat ini, hingga nanti.




Continue reading Untuk Kamu

2.1.18

,

Tentang Hijrah : 1

Semua berawal dari dosa. Secara nggak sengaja, kita sering “menaruh” iman kita untuk “menghadapi ujian”. Melakukan beberapa kali “ujian keimanan”, dan beranggapan bahwa iman itu cukup kuat. Padahal kenyataannya.., iman kita tidak se-baik-baik itu.



Pada dasarnya, kita tahu bahwa dosa itu buruk. Tapi, kita tetap nekat masuk ke dalamnya. Se;anjutnya, dosa itu berubah menjadi kebiasaan, dimana saat kita melakukannya, kita nggak merasa bersalah.  Sampai pada waktunya, kita sadar dan merasa kotor. Disinilah setan bekerja, membisikkan "Yang salah itu Islam, bukan kamu. Tapi kamu sudah terlalu jauh dari jalan kebenaran itu,"

Sehingga kita merasa sudah tak ada jalan kembali.

Besarnya rasa bersalah pada diri sendiri akan membuat hati kita mati. Menghilangkan keinginan untuk masuk surga, dan menghapus ketakutan untuk masuk neraka. Intinya, tidak ada kepercayaan bahwa akhirat itu ada.

Lalu, benarkah bahwa jalan untuk kembali itu telah tertutup?

Continue reading Tentang Hijrah : 1

23.11.17

Little Warrior

Ada beberapa akun instagram yang menarik perhatian saya belakangan ini. Salah satunya, adalah akun bayi-bayi yang lahir dengan kondisi khusus (kelainan jantung, pernafasan, dll) dan menghadapi perjuangan yang berat dalam hidupnya.

So, kenapa saya tertarik dengan akun semacam itu? Because somehow, they bring the fighting spirit in a (very) simple way. 

Dalam instagram, little warrior terdiri dari beberapa bayi dengan perjuangan hidup yang mampu menginspirasi banyak orang. Bayi-bayi tersebut adalah :

1. Khaleef Atthoriq (baby Thor)


Baby Thor menderita penyakit Encephalitis atau radang otak. Hal itu disebabkan virus yang membuatnya langsung koma setelah 2 jam nonstop mengalami kejang sehingga menyebabkan pembengkakak di otak yang mencapai ke batang otak. Baby Thor meninggal pada 26 Juni 2017 setelah melalui perjuangan berat dalam kondisi koma selama setahun.

2. Abhi

Bayi ini lahir dengan diagnosis hipertensi pulmonal dan PDA. Memasuki minggu ke-3, tiba-tiba kondisi Abhi drop karena infeksi bakteri dan jamur. Akhirnya terkena pneumonia dan infeksi berat dengan kerusakan paru-paru mencapai 80%. Abhi mengakhiri perjuangannya pada 15 November 2017.

3. Muhammad Gibran Mahrez

Baby Gibran didiagnosa encephalitis setelah tiba-tiba kejang tanpa disertai panas dan tidak ada gejala apapun sebelum kejadian. Setelah dirujuk ke rumah sakit, baby Gibran sempat gagal nafas beberapa saat dan langsung dipasangkan alat bantu nafas (ventilator) setelah itu tidak sadarkan diri selama hampir 7 bulan. Gibran menghembuskan nafas terakhirnya pada 17 November 2017.


4. Adam Fabumi Kamaludin 

Rest In Peace, Little Warrior @adamfabumi 🌺
_
Selamat jalan Adam, terimakasih sudah menjadi bukti besarnya kekuatan cinta dan kasih... Peluk erat untuk Mama & Papa Adam #LudiDanRatih yang punya 1001 alasan untuk lelah dan menyerah, tapi memilih untuk #MelawanDunia dengan percaya pada sebuah harapan, semoga kalian berdua, juga keluarga besar, diberi ketabahan dan kekuatan... Al Fatihah... 🙏🏻🙏🏻
_
#melawanduniamv #littelewarrior #adamfabumi
Sejak lahir, baby Adam didiagnosa mengidap patau syndrome (trisomy 13), disertai kelainan jantung bawaan (VSD, ASD & PDA), infeksi paru-paru, pembesaran saluran ginjal, laringomalasia dan Dandy Walker. Setelah berkali-kali menjalani perawatan, baby Adam mengakhiri perjuangannya pada 22 November 2017. Perjuangan Adam selama 7 bulan dalam hidupnya menginspirasi banyak orang. Kisahnya diangkat dalam video klip RAN feat Yura yunita dengan judul "Melawan dunia".

Jadi, apa yang didapat dari kisah perjuangan bayi-bayi seperti mereka? Banyak. 

Bahwa hidup adalah perjuangan yang nggak kenal usia, waktu, dan kondisi. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya mereka menghadapi semuanya selama berbulan-bulan, dalam usia yang se-bayi itu. Berkali-kali "mengunjungi" RS, demi "memperpanjang"sedikit nafasnya. Lalu, bagaimana dengan kita yang telah diberikan kemudahan bernafas, disaat mereka disana harus mati-matian berjuang untuk itu? 

Tetap tersenyum. Ditengah sakitnya setiap pengobatan yang mereka jalani, mereka tetaplah bayi yang polos. Yang masih bisa tersenyum meskipun fisiknya harus menerima puluhan suntikan dan jenis obat-obatan keras. Senyum mereka menjadi kekuatan, semangat dan inspirasi semua orang. Memberikan pelajaran berharga bahwa seberat apapun hidup, sedikit senyuman akan membuat segalanya terasa lebih baik.

Ikhlas, apapun yang terjadi. Dengan berbagai komplikasi gangguan kesehatan, perjuangan dan keikhlasan orang tua mereka benar-benar diuji. Dari mereka kita belajar, apa arti cinta yang ikhlas. Cinta yang tetap diusahakan, diperjuangkan, meskipun tahu bahwa semuanya akan (segera) berakhir. Dari mereka kita mengerti, bahwa apapun yang terjadi nanti, yang terpenting bukan lagi hasilnya, tapi seberapa maksimal kita dalam berusaha. 

Life is short. So, make it worth the pain. Diatas semua kekuatan yang (coba) ditunjukkan, mereka tahu bahwa hidup mereka nggak akan lama. Tapi, mereka nggak menyerah. Mereka tetap tersenyum, berusaha bertahan ditengah begitu banyak rasa sakit yang mendera. Dari situ, mereka coba menunjukkan bahwa sebaik-baiknya hidup adalah berusaha mengajarkan dan memberikan sesuatu pada orang lain. Tidak selalu dalam bentuk materi, tapi bisa melalui sesuatu yang memberikan arti. 

Di fase-fase kehabisan semangat (hidup) dan (seakan) nggak punya mimpi begini, somehow I need to feel alive, to learn something, untuk belajar apa arti perjuangan. Hasilnya? Meski sebentar saya mengikuti perkembangan mereka, tapi saya mendapat banyak pelajaran hidup. Dan beberapa bulan perjuangan mereka, telah mampu memberikan kekuatan, inspirasi, dan semangat kepada semua orang diluar sana, termasuk saya. 

Thank you, little warriors. Thankyou for the fighting spirit, warm smile, and the strength to against the world. 

Rest in peace. And you will always be remembered. 



Continue reading Little Warrior

11.10.17

Drama LKS [1/2]

Sekitar setahun lalu, saya mendapat pengalaman pertama sebagai pembimbing siswa jurusan Multimedia, bidang Graphic Design Technology dalam event LKS (Lomba Kompetensi Siswa). Event LKS ini diadakan setahun sekali, berjenjang dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Untuk yang diikuti sekolah adalah tingkat kota.

Perjalanan menuju hari-H pelaksanaan LKS diwarnai dengan berbagai drama. Dimulai dari drama penunjukan siswa yang didaulat mewakili sekolah, drama technical meeting, dan drama pelaksanaan lomba.

Penunjukan ini dilakukan dengan seleksi beberapa siswa yang dinilai berpotensi dan bagus dalam bidang desain. Seleksi dilakukan dengan memberikan tugas mendesain sebuah poster sesuai brief/ permintaan yang saya berikan.  Dari 4 siswa yang diseleksi, (rencananya) akan diambil 3 siswa untuk mewakili sekolah. Drama dimulai saat ada pengumuman jika yang boleh diberangkatkan hanya 1 siswa untuk mewakili tiap sekolah. Whatt... saya yang sudah terlanjur memilih 3 siswa pun, harus pelan-pelan memberikan pengertian ke siswa, meminta maaf, dan menjelaskan bahwa yang diberangkatkan hanya salah satu dari mereka. *thanks God karena siswa saya tipe yang "take it easy", jadi nggak tersinggung atau marah-marah saat nggak terpilih. Hahaha.

   
Hasil design siswa dalam proses seleksi

Drama technical meeting diawali dari jadwal yang nggak pasti. Awalnya ditentukan hari Rabu, lalu delay sampai hari Jum'at. Di hari Jumat, saat saya siap berangkat ke lokasi, mendadak diberitahu bahwa harus menyiapkan fotocopy rapor siswa dan pas foto. Dan... mana saya tahu kalau persyaratannya seperti itu. Salah saya juga sebenarnya karena nggak bertanya sebelumnya. Tapi untungnya, persyaratannya bisa ditunda untuk dibawa keesokan harinya saat lomba.

Setelah urusan persyaratan "dianggap" beres, saya dan siswa berangkat ke lokasi. Bayangan saya, technical meeting akan berlangsung lama karena berisi penjelasan detail untuk lomba. Kenyataannya, beda. Technical meeting diawali dengan pembukaan, lalu briefing lomba dilakukan secara terpisah untuk tiap cabang lomba dengan..sangat singkat. Hahaha.

Setelah technical meeting, kami kembali ke sekolah demi "melatih" siswa untuk lomba keesokan harinya. Saya yang nggak berpengalaman pun bingung harus melatih dengan cara apa. Sementara siswa pun bingung besok harus membuat desain seperti apa. Akhirnya, saya hanya memberikan gambaran ide desain, contoh trend design yang happening, dan beberapa contoh desain lainnya.

Keesokan harinya, hari pelaksanaan lomba dimulai dengan  melengkapi segala persyaratan yang harus dibawa. Lalu, saya dan siswa sengaja berangkat ke lokasi lebih awal untuk "beradaptasi" dan menghilangkan nervous. Lomba dimulai pukul 08.00, sementara kita tiba di lokasi pukul 07.30. Dan selama waktu menunggu, saya memberikan brief ide yang "sekiranya" bisa digunakan, menyiapkan peralatan untuk lomba, dan memberi motivasi agar siswa tidak stress, nervous, dan merasa tertekan.

*At the time, I feel banget bagaimana perasaan orang tua yang heboh-sendiri saat mengantar anaknya mengikuti lomba. Hahaha.



Continue reading Drama LKS [1/2]

15.8.17

The 2 am thought

And after years with no communication, we have a chance to make it up. It started when I asked you about something, then we did some short chat, ended up in making promise for casual meeting. 

So, there you are. Just meet me in the middle of your works. We look each other for a while, then we both smile. Its like we haven't meet for a long time, so that sometimes we feel so awkward. 

And in a once for a while, I look into your eyes. Deeper. Thinking about how could this life traps us. We start as a friend, grow as the best of friend, move forward and become stranger for years. Then, life brings us here, just meet again as an old friend. 



Until we find the ice breaker, then our conversation move along. We talked about everything. We have some deep conversations about life, jobs, love, and some-kind of future-marriage-things. You could be the person I can joke around and have a deep conversation without feeling weird. We laugh, we smile, we act silly, and we get closer by the talks about anything that we missed during the last 3 years. 

After that meeting, I go back to reality. Tried to made up with some guys, but ended up with that thought of you. Days ago, with that short-rarely-message, you've just come into my mind. 

I don't know what the future brings, but by the night that we spend together, by the morning that I'm waiting to recieve your message, and since that time when you wake me up to pray, something happend deep inside my mind. 

Something that feels so warm, yet so frightening. Sometimes that bring the calm, yet so confusing. Sometimes I want to be with you, but sometimes I thought that we will be better this way. 


And the next think I know, you just become my 2 am thought.
Continue reading The 2 am thought

28.5.17

Critical Eleven

Sudah sekian lama saya nggak me-review film (khususnya film drama "romantis"). Kalau sekitar setahun lalu, saya mereview tentang I love you from 38.000ft yang khas remaja-banget, maka sekarang saya akan mereview salah satu film drama yang sedang booming, yaitu Critical Eleven.



Film Critical Eleven berangkat dari adaptasi novel dengan judul yang sama karya Ika Natassa. Saya nonton film ini sebagai efek dari baca-baca novel Divortiare, A very yuppy wedding, dan Twivortiare (sedikit curhat). Anyway, mari kita bahas tentang filmnya. 

Cerita film diawali dari Anya (Adinia Wirasti) yang berada di bandara demi perjalanan bisnisnya. Bagi Anya, bandara bisa diibaratkan seperti kehidupan. Penuh pilihan menuju destinasi yang diinginkan. sama seperti kehidupan. Dalam hidup, kita selalu punya pilihan, untuk menentukan arah kemana hidup kita akan dijalani.

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.
Tagline diatas sepertinya sudah akrab sekali dengan novel ini. Dan tentu saja, tagline tersebut juga digunakan di film sebagai awal perjumpaan Anya dengan Ale (Reza Rahadian).

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Perjumpaan Anya dan Ale terjadi saat mereka secara nggak sengaja duduk bersebelahan di dalam pesawat. Dalam 11 menit tersebut, Anya bercerita mengenai kebiasaannya yang selalu membawa a little dinosaur di setiap perjalanan bisnisnya. Somehow I wonder, that's possible if dalam waktu sesingkat itu, kita bisa bercerita se-dalam itu pada orang yang baru saja dikenal.

Well, pertemuan singkat mereka benar-benar menjadi awal dari sesuatu. They're dating, lalu Anya dikenalkan ke keluarga besar Ale, Their relationship going to be  a serious way by the proposal dalam taksi yang mereka tumpangi. Selanjutnya, they're getting married and move to New York. Anya mengikuti Ale yang ditugaskan di sana. So far, cerita mereka going so smooth tanpa masalah berarti diiringi quotes mesra sepanjang awal film.


Percikan konflik mulai terasa di pertengahan film. Saat Anya hamil dan tanpa sengaja jatuh tertabrak sepeda, Ale mulai menunjukkan sifat protektifnya. Ale merasa harus selalu mengikuti Anya demi menjaga keselamatan calon bayinya, sedangkan Anya merasa masih bisa mandiri, melakukan semua kegiatannya sendirian meskipun sedang hamil. Dari perbedaan pandangan itu, mereka sering berdebat, saling membela diri, menunjukkan ego masing-masing, dan sama-sama sulit untuk mengalah. Sampai pada akhirnya Ale pindah kerja dan mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

So that somehow, dalam pernikahan memang dibutuhkan banget sifat untuk saling mengalah, meredam ego sekuatnya, dan membiarkan pasangan ambil kendali dalam beberapa keputusan, meskipun kita pribadi masih sulit untuk ikhlas menerima keputusan tersebut. *(Proved by Anya yang akhirnya mengalah dengan meninggalkan pekerjaan dan kota New York yang dicintainya demi mengikuti Ale pulang ke Jakarta). 
Menjelang waktu melahirkan, Anya merasa tidak ada gerak bayi dalam perutnya. Di rumah sakit, dokter mendiagnosa bahwa calon bayi yang diberi nama Aidan tersebut mengalami kematian dalam kandungan. Setelah Anya melahirkan Aidan yang sudah tidak bernyawa, kehidupan mereka berubah. Rumah tangga Anya dan Ale menjadi dingin. Kesedihan yang mendalam membuat mereka menyibukkan diri dengan pekerjaan masing-masing.

Dalam kesedihan itu, mereka saling diam. Bergelut dengan pikirannya masing-masing. Anya yang sangat merasa bersalah, dan Ale yang terus menyalahkan Anya atas kematian Aidan. Kata-kata yang saling melukai diantara keduanya membuat mereka tidak saling berkomunikasi meskipun tinggal serumah.
Setiap orang punya cara sendiri dalam menghadapi rasa duka. Meskipun cara mereka berbeda dalam menghadapi duka, bukan berarti mereka tidak merasakan duka dihatinya.
Anya menghadapi duka dengan masuk ke kamar Aidan tiap malam, sedangkan Ale dengan cara mengunjungi makam Aidan setiap minggu. Tangis mereka pecah saat bertukar cara menghadapi duka. Dimana Anya akhirnya mengerti sedalam apa Ale peduli dan mencintai Aidan, dan sebaliknya. Ale mulai memahami bahwa dibalik kesibukan kerjanya, Anya masih menyimpan duka dan rasa bersalah mendalam atas kehilangan Aidan.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini, terutama dari quotes-quotes yang bertebaran sepanjang film, diantaranya :

  • With you, I've burning my bridge. there's no turning back. There's just going forward, with you. Aku akan melakukan semuanya untuk membuat kamu bahagia, Anya.
Well, kata-kata itu akan terdengar so sweet buat orang yang sedang jatuh cinta dan dimabuk asmara. Tapi, akan jadi berat saat memasuki gerbang pernikahan, dimana kita harus mengalahkan ego, mengubur mimpi, meninggalkan karir, mengorbankan diri demi keluarga, dan melakukan hal yang diminta pasangan, padahal dalam hati kita nggak menyetujui. Yakin masih bisa membuktikan I will do anything to make you happy? Belum tentu.

  • “Some wish remains a wish for as long as we live. Bukan karena kita kurang berusaha, namun karena memang sudah begitulah takdirnya.”
Ada hal-hal yang akan tetap menjadi angan-angan. Sekuat apapun kita berusaha, kita nggak akan bisa mengubah karena itulah takdirinya. Angan-angan kuat Ale dan Anya untuk segera memiliki anak, segala usaha yang dilakukan demi kebaikan Aidan, dan sifat protektif Ale dalam menjaga kandungan Anya. Dan sekuat apapun mereka berusaha menjaga Aidan selama dalam kandungan, toh pada akhirnya takdir tetaplah takdir. Lalu, disinilah kekuatan cinta dalam pernikahan mereka diuji. Mampukah menerima semua takdir itu? Mampukah mengikhlaskan dan tidak saling menyalahkan? Mampukah menghadapi semuanya berdua, meskipun masih ada rasa saling kecewa terhadap pasangan?.

Dan berbagai quotes lainnya yang sarat pesan moral. Tentang kehidupan, tentang cinta yang seharusnya bisa mengalahkan segalanya, tentang ego dalam pernikahan, tentang berdamai dengan takdir dan masa lalu, tentang duka yang harus dihadapi berdua, tentang memaafkan seseorang yang sebelumnya berjanji untuk tidak pernah menyakiti, dan tentang dimana kedua orang yang sama-sama terluka mampu menemukan kembali alasan untuk saling mempertahankan.


Mostly, film yang diadaptasi dari novel, biasanya ada bagian cerita yang "dirusak" oleh skenarionya. Hasilnya, cerita dari film tersebut nggak sebagus yang ada di novel. But,itu nggak terjadi dalam film ini. Cerita dalam film tetap smooth, nggak ada adegan konyol semacam "yang meninggal akhirnya hidup lagi", dll. Meskipun, ada beberapa adegan romantis (semi-dewasa) yang sepertinya dijadikan twist dalam film ini.

Anyway, dengan segala positif-negatifnya, film ini mampu membuat sebagian besar penonton meneteskan air mata sampai menangis sesenggukan. Overall, film ini juga mampu memikat penonton melalui jalan ceritanya yang santai tapi serius, ditambah sisi humor lewat penampilan Donny (Hamish Daud). Selain itu, akting yang mumpuni dari pemain-pemain yang berkualitas juga menjadi daya tarik yang menghidupkan setiap adegan dalam film ini.

So, film ini recomended banget buat kalian yang sudah cukup dewasa, mau memasuki gerbang pernikahan, maupun sedang ada di tahap awal dalam kehidupan pernikahan. Happy watching, jangan lupa siapkan tissue! Hahaha.


Continue reading Critical Eleven

23.5.17

Kalau Cinta Harus Ikhlas

Apa yang sering ditakutkan orang saat jatuh cinta?
Banyak. Misalnya, pantas-nggak-nya, takut terluka, takut kehilangan, takut jika ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, takut saat akhirnya nggak berjodoh, dan banyak ketakutan yang lain. Semua ketakutan itu biasanya membuat seseorang jadi nggak benar-benar memperjuangkan dia yang dicintai.

Apapun bisa terjadi. Yang awalnya ragu, menjadi pasti. Yang nggak sengaja kenal, menjadi dekat.
Bahkan mungkin, sebaliknya.
Lalu, kalau apapun bisa terjadi, kenapa kita nggak berani mencoba menjalani? 
Pantas-nggak-nya bisa kita usahakan dengan proses memantaskan diri. Takut terluka? Cepat atau lambat, kita akan terluka karena cinta. Yang harus dipahami adalah, Is she/he was worth the pain? Takut kehilangan? Bukankah semua orang pasti merasakan kehilangan? Entah karena putus, perceraian, ataupun kematian. Berakhir sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan masih lebih baik, karena se-enggaknya, kita pernah memperjuangkan.

Dan jodoh ataupun nggak, itu bukan kapasitas kita buat memutuskan. Karena the choice is yours, but the decision is God's kan?
Yang terpenting, saat siap memperjuangkan sesuatu, kita juga harus mau belajar buat mengikhlaskan. 
Kita harus bisa mengikhlaskan. Karena sedekat, seyakin, dan sebesar apapun keinginan kita buat bersama dengan seseorang, toh saat takdir berkata lain, mau-nggak-mau kita harus bisa menerima. Kalau nggak bisa ikhlas, kita hanya akan melukai diri sendiri dengan harapan yang berlebihan dan ketakutan yang selalu menghantui. Bahagia? Belum tentu. Capek? Pasti.

Apa dia punya perasaan yang sama? Apakah kita pantas buat dia? Apa dia hanya mempermainkan dan menjadikan kita sebagai pelampiasan? Apakah dia nggak akan pergi demi orang lain? Apakah akhirnya bisa berjodoh? Semua pertanyaan itu nggak akan jadi penghalang saat kita bisa mencintai seseorang dengan ikhlas.
Yang pasti, keikhlasan akan membuat kita menerima apapun bentuk akhir dari kedekatan itu. 
Kalau berjodoh, kita akan bisa membangun kebersamaan dengan penuh kejujuran dan keterbukaan. Kalau nggak jodoh, seenggaknya kita bisa meninggalkan kesan baik buat dia, dan yakin bahwa diluar sana, akan ada jodoh yang jauh lebih baik.
No relationship is ever a waste of your time. If it didn't bring you what you deserve, it taught you what you didn't deserve.
Yang terpenting, selalu lakukan yang terbaik saat mencintai seseorang. Dan belajar buat :
Ikhlas saat semuanya nggak selalu berbalas
Dengan itu, pelan-pelan, kita akan menjadi sosok yang lebih baik, lebih dewasa dalam menerima kenyataan, lebih tenang saat semuanya nggak berjalan sesuai keinginan.

So, kalau memang cinta, berarti harus bisa ikhlas. Ikhlas dengan apapun hasil akhir dari proses yang dijalani.


Continue reading Kalau Cinta Harus Ikhlas

9.1.17

Two Thousand and Sweet Seventeen

Akhirnya setelah hibernasi panjang, saya kembali sejenak buat menulis di blog ini, dikarenakan... tradisi awal tahun. Ya, tradisi membuat postingan untuk review setahun kemarin, dan harapan/ target setahun kedepan.

Well, overall, tahun 2016 was a toughest year for me. Banyak hal-hal berat yang menguras berbagai macam emosi. Both bitter and sweet. Karena hal itu juga, target setahun kemarin meleset, berantakan, dan hancur berkeping-keping *drama. 

Anyway, seperti pepatah there's always a good in every bad, banyak hal positif dalam pelajaran hidup yang saya dapat di setahun kemarin, Ya, through the darkest hours, I found home, (meminjam dari istilah yang ada dalam postingan salah satu blogger favorit saya). And home isn't a place, its a person. 

Saya menemukan that kind of home pada diri orang-orang di sekitar. Mulai dari teman se-geng yang tiba-tiba juga menjadi rekan kerja di sekolah, teman-teman lama yang kembali bersilaturahmi, keluarga yang always love you unconditionally, dan someone who always be there when I need. 

So, I would say thank you for every lesson and every bless yang memberikan banyak hal baru dalam hidup saya, yang memberikan keyakinan bahwa everything is temporary. 

Nggak ada kesedihan yang terus menerus. Nggak ada kebahagiaan yang tak pernah putus. Semua hal pasti terjadi bergantian. Akan ada pagi yang indah dibalik pekatnya malam. There will be the sunshine after the rain, the beauty in every pain, and the rainbow after the storm.  
Dan buat target 2017, cuma satu. Melanjutkan semua target yang ada di 2016. Hahaha.

Seperti kata salah seorang teman, 2017 will gonna be my year. Semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala sisi, semoga semua harapan dan target bisa tercapai, semoga semua hal baik bisa disegerakan, dan semoga banyak kebahagiaan terjadi di tahun ini. Amiin.

Two thousand and seventeen. Please be sweet as every-sweet-seventeen-celebration. And, surprise me !
Continue reading Two Thousand and Sweet Seventeen

11.10.16

The Puzzle

Hello, it has been (almost) a year, after our first talk. And, I want to tell you something...

Actually, I still learn about you, about me, about us. It takes time and effort to understand about some-kind-of-things.
Ya, human is the most interesting subject to learn. A subject that have the most dynamic feeling to predict.
So did you. Sometimes I thought that you avoid me, played some tricks at me, had been a fake person with your kindness, or became so cruel by stopping the chats, then leaving me with un-answered questions. But at the other time, you can be a good listener, a nice guy that give much attention to my cranky-time, and someone that still be there to take care of me and my complicated things.


For me, you might be a puzzle out there just waiting to be solved. Being with you is like matching, adjusting, analyzing, and arranging every piece of the puzzle carefully. Sometimes I put the right pieces easily, but sometimes I made mistake by arrange the wrong pieces. I was tiring, frustating, wanting to give up so many times. But after I took a time to be without you for a while, I found myself that I still be there. 

And between the ups and down in arranging the pieces. I learn something. About life. About being nice for all the people, seeing the good in every bad, being grateful for everything we have, taking time with the patience of waiting, and enjoying every little moment without rushing anything.

As people said,
Being with someone isn't need to be the same., Its about being sweet with each other.
Just like the puzzle, there are different shapes that complete each other to make a beautiful picture. So did us. We were two people, with two different personalities, different way of solving problems, different point of view.
.
.
.
.
But no matter how complicated it gets, I hope we could complete each other. Someday. And make a beautiful picture with that pieces.


Continue reading The Puzzle

20.7.16

I Love You from 38.000 ft

Dari dulu, saya pengen banget nonton film remaja yang dibintangi Michelle Ziudith. Kenapa...? Karena (sepertinya) film yang dibintanginya termasuk film enteng, dimana nggak perlu mikir dulu buat mencerna makna dari cerita filmnya, nggak ada adegan penindasan macam sinetron, dan biasanya ada beberapa dialog berbau romance yang bisa jadi sumber inspirasi saya dalam menulis artikel. Hahahaha.

Dan entah kenapa juga, keinginan simple saya itu nggak pernah kesampaian. Dari jaman Magic Hours sampai London Love Story. Baru kemarin, saya berkesempatan nonton film terbarunya, I Love You from 38.000 ft.


Continue reading I Love You from 38.000 ft

25.4.16

Addicted to You


Semuanya berawal dari kebiasaan. Iya, kebiasaan untuk saling menghubungi saat butuh lawan bicara, kebiasaan chatting sampai ketiduran, kebiasaan saling mengajak kemanapun meski hanya untuk sekedar menemani, sampai kebiasaan untuk saling bercerita tentang kehidupan pribadi... dan urusan hati.

Kebiasaan itu yang pada akhirnya berubah menjadi suatu kebutuhan. Banyak yang bingung membedakan antara cinta, atau sekedar butuh. Kadang kita nggak sadar, saat semakin jauh menjalani, dari sekedar kebiasaan akan berubah menjadi suatu kebutuhan, sampai akhirnya... menjadi cinta.
Ada yang bilang, cinta adalah candu. Tapi di kenyataannya, mungkin kebutuhan-lah yang lebih mampu menjadi candu.
Kebutuhan akan seseorang biasanya membuat kita menunggu, merasakan rindu, termasuk mengacuhkan perasaan cinta yang mulai tumbuh. Karena, kadang kita nggak peduli tentang cinta itu sendiri, disaat rasa candu akan kebutuhan telah menjadi sesuatu yang lebih menarik. 

Normally, kedekatan yang berujung kenyamanan akan membuat kita kecanduan. Kecanduan perhatian, canda tawa, sisi memanjakan-dimanjakan, sampai pada kecanduan untuk kembali pada sesuatu yang biasa disebut : rumah. 

Semuanya akan makin sulit untuk dibedakan saat kita sudah terlalu jauh. Saat kita merasa bahwa dengan kebersamaan, semua akan lebih baik. Saat kita nggak bisa menahan diri untuk melewatkan sehari tanpa saling memberi kabar. Termasuk saat kita mulai menolak kemungkinan untuk menerima orang lain, hanya demi menjaga hati.

Lalu semakin lama, rasa candu itu semakin menguat. Membuat kita lupa bahwa suatu saat, kecanduan akan menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan. Membuat kita percaya bahwa, suatu hari kedekatan, kecanduan, dan mungkin "cinta", akan menemukan jalannya sendiri. Membuat kita (berani) mengambil resiko untuk menikmati setiap detik kebersamaan secara perlahan, dengan setiap harapan terbaik untuk masa depan.

Continue reading Addicted to You

22.1.16

Karena Semua Punya Luka


Dalam hidup (dan pergaulan), seringkali kita ngejudge dan menilai kalau hidup orang lain lebih baik, lebih mudah atau lebih bahagia. Padahal kenyataannya, belum tentu.
There were no people who was happy-all the time. Their situation might be worse, but they didn't show it.
Ya, setiap orang pasti punya masalah. Bukankah tiap orang akan diberikan masalah/cobaan sesuai kemampuannya? Entah sebesar maupun seberat apa masalah itu, kita nggak berhak buat mengukurnya. Karena, kemampuan tiap orang dalam menilai (dan menghadapi) masalah pun berbeda.
There will always be a reason behind every struggle.
Sekuat apapun kedekatan, toh pada akhirnya akan tetap ada banyak hal yang nggak akan kita ketahui secara pasti. Karena tiap orang juga punya banyak sisi. Termasuk sisi yang emang sengaja ditunjukkan, dan sisi yang sengaja disembunyikan.
The prettiest smiles hide the deepest secrets. The prettiest eyes have cried the most tears. And the kindest heart have felt the most pain. 
Kadang kita akan salah menilai tentang hidup seseorang. Karena di kenyataan, mereka berusaha keras buat menutupi masalah dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang selalu bersikap ceria buat menutupi luka, sering tertawa demi menghapus duka, maupun terlihat baik-baik saja padahal menyimpan banyak cerita.

Continue reading Karena Semua Punya Luka

4.1.16

The Riddle

Hello, you...someone who just become my point of interest for this last three months,

Its like we've been talking a lot of things. About daily activities, about families, about your holiday, about our big-project-before-graduate, and a little bit about our kind-of-complicated-things. Little by little, I just know about you and your personality. The more I know about you, the more I realize that you're just...attractive. In many ways.

Someone said that,
You know you met someone special when everything you thought you believed is being challenged. Things you thought you would never do, you find yourself doing -quoteswarehouse.com-
And, I don't know why, you just make me doing something that I thought I would never do. I never thought that I must deal with you, and your ways to treat me. There's many things that I tried to understand from your kind of..everything. There's a lot of things to compromize instead of my ego.

As the time goes by, I start to deal with our small talks, our deep conversation with random jokes before sleeping, our teasing-fishing games, our real thoughts are. and...your way to extend the conversations by asking me things.
Sometimes, you can't explain what you see in a person, its just the way they take you to a place no one else can. -answersafrica.com-
So, what did I see in you? I couldn't answered it properly. Or maybe, I'm just afraid of explaining. But, I want to say that...


For now, I see you as a riddle. A riddle that make me afraid, but fun at the same time. A riddle that make me so confuse, annoyed, yet also make me feel so anxious to know you more. A riddle that I want to comfort after the things gone bad. A riddle that would make me smile when I was having my pretty crappy days. And a riddle that the girl needs, as a good guy who can help her laugh when she thinks she will never smile again.

In this another year, I hope we can share more smile, laughs, and silly acts. Disscussing about serious topics, debating about some stupid jokes, and talking about everything until we got sleep in the middle of the night. I hope we can do more things together. More things that we thought we would never do, but we found ourself doing.

And for the rest, just let it flow, like the way it be.

Continue reading The Riddle

1.1.16

Two Thousand and Sixteen

Loh... udah 2016 ya..? Sepertinya baru kemarin saya selesai menulis posting buat welcoming tahun 2015. Dan ternyata, sekarang udah waktunya me-review target tahun 2015 yang pernah saya tulis disini.

Secara garis besar, tahun ini saya merasa produktifitas dalam segala hal berkurang drastis. Banget. Entah hal apa saja yang saya lakukan selama setahun kemarin. Mungkin, hibernasi atau tenggelam dalam realita. Hahaha.

Oke, lebih tepatnya realita kesibukan di kampus dan sekolah. Maka hasilnya,

  • Cuma menghasilkan 18 postingan selama setahun, beberapa bulan tanpa postingan. Rekor terburuk selama 3 tahun terakhir. Vakum dari amipop.com, vakum jadi banci kontes maupun giveaway, vakum dari kegiatan blogwalking. Oh well, sepertinya kemampuan menulis dan inspirasi bikin artikel saya udah karatan dan perlu diasah. 
  • Vakum total dari (proyek) fotografi dan desain. Sebenernya, nggak total juga sih. Tapi bisa dibilang, nggak produktif sama-sekali. Dalam setahun cuma menghasilkan foto dari satu session dan desain layout dari majalah sekolah. Mungkin kalau nggak "dipaksa" urusan majalah sekolah, hobi fotografi dan desain saya bisa benar-benar macet total. Hahaha.
  • Tapi, tahun 2015 ini saya rajin dalam hal baru, yaitu hand lettering. Selama setahun, entah berapa banyak hand-lettering yang saya buat dan berhasil bikin penuh instagram dalam #2015bestnine. 

Selanjutnya, target 2016 saya masih sama seperti 2015 lalu, yaitu :

  • Lebih banyak bersyukur, nggak overthinking, dan nggak terlalu pake perasaan biar nggak gampang sakit hati. Hahaha.
  • Saving more demi masa depan.Wahai tabungan, cepatlah besar nak.. *abaikan.
  • Graduation (please, tahun ini wajib usaha keras dan beneran harus-lulus). 
  • Jauh lebih sabar dalam menghadapi apapun. Karena makin dewasa, pasti cobaan hidup dan latihan kesabaran juga makin berat.
  • Entering new phase of life... Tapi opsional sih.. Hahaha. 
  • Terakhir... harus lebih banyak bahagia. Karena sudah lelah dengan kesedihan. *yaelah.. 

So, welcome two thousand and sixteen. Semoga semuanya bisa lebih baik dalam segala hal. Sosial maupun spiritual. Smile more, worry less, and... please be sweet, 2016. 


Continue reading Two Thousand and Sixteen

23.11.15

And She is Afraid of Heights

Apa yang sering ditakutkan orang saat jatuh cinta?

Banyak. Misalnya, pantas-nggak-nya, takut terluka, takut kehilangan, takut jika ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, takut saat akhirnya nggak berjodoh, dan banyak ketakutan yang lain. Ditambah pertanyaan-pertanyaan semacam "Apa dia punya perasaan yang sama?", "Apakah kita pantas buat dia?", "Apa dia hanya mempermainkan dan menjadikan kita sebagai pelampiasan?" "Apakah dia nggak akan pergi demi orang lain?", "Apakah akhirnya bisa berjodoh?", Semua ketakutan itu biasanya membuat seseorang jadi nggak benar-benar memperjuangkan dia yang dicintai.
Padahal, apapun bisa terjadi. Yang awalnya ragu, menjadi pasti. Yang nggak sengaja kenal, menjadi dekat. Bahkan mungkin, sebaliknya. 
Lalu, kalau apapun bisa terjadi, kenapa kita nggak berani mencoba memperjuangkan?

Pantas-nggak-nya bisa kita usahakan dengan proses memantaskan diri. Takut terluka? Cepat atau lambat, kita akan terluka karena cinta. Yang harus dipahami adalah, Is she/he was worth the pain? lalu, takut kehilangan? Bukankah semua orang pasti merasakan kehilangan? Entah karena putus, perceraian, ataupun kematian. Berakhir sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan masih lebih baik, karena setidaknya, kita pernah memperjuangkan. Dan jodoh ataupun nggak, itu bukan kapasitas kita buat memutuskan. Karena the choice is yours, but the decision is God's kan?

Jadi, kenapa jatuh cinta bisa se-takut itu? 

Semuanya nggak akan mudah buat mereka yang pernah terluka parah (karena cinta).  Sedikit banyak, mereka pasti lebih berhati-hati agar nggak terluka lagi. Butuh banyak pertimbangan buat kembali membuka hati setelah semuanya pernah berakhir perih. Butuh lebih banyak waktu, usaha dan pengorbanan buat mendapatkan hati mereka yang pernah terluka. if she flinches when he go to put his arm around her, someone else hand once wasn't so sweet. If she questions him, someone else lied to her. If she dosen't tell him things, someone else once betrayed her secret.

As the time goes by, without even realizing it, you will teach her a lot of things, not only about life and love but how its okay to feel something extraordinary about someone.



And for now, 
he want to say I love you then he keeps it to goodnight, 
because love will mean some falling...
 and she's afraid of heights. 
:
:
:
:
:
:
:
:
But, everytime she laughs, she hopes that he's watching. 
Just maybe he will fall for her smile, just as hard as she fell for his. :)
Continue reading And She is Afraid of Heights

19.10.15

Oh, Hello !

Ada yang pernah bilang, jika seseorang hilang dari dunia blogging, kemungkinan besar alasannya adalah : "Their real life happens". And maybe, I will be one of them.

My real life happens. Banyak hal yang harus saya bereskan selama beberapa bulan belakangan. Dan selebihnya, zona mati rasa dan titik jenuh yang bisa disalahkan. Hahaha.

Well, saatnya masuk ke topik sebenarnya. Apapun yang ditulis di sosial media nggak akan lepas dari anggapan "you're what you write". Sah-sah saja sebenarnya. Because no matter what you do, people will always judge you in the end. Tapi kadang hal seperti itu akan menganggu jika orang lain jadi sok-tau-banget dengan apa-yang-terjadi. Hanya dari sosial media yang tulisannya pendek saja orang bisa menilai sejauh itu. Apalagi kalau tulisan panjang yang berbentuk artikel seperti blog. Kebayang kan sejauh apa mereka menilai "penulis"nya? *curhat-terselubung.

Disini, saya akan bahas tentang behind the scene dari sebuah tulisan (khususnya tulisan dalam blog ini), sekaligus sebagai klarifikasi (dan pembelaan) dari anggapan you're what you write.

Pada umunya, blog dibuat untuk menampung hal-hal yang nggak bisa disampaikan secara langsung. Selama beberapa waktu, blog menjembatani apa yang mungkin dirasakan banyak orang, tapi nggak bisa disampaikan secara langsung ke orang yang bersangkutan. Banyak readers yang merasa "ya, that's what I feel too" setelah membaca artikel blog. Mungkin banyak juga yang merasa lebih baik ditengah kegalauannya dengan menjelajahi berbagai artikel di blog. Atau ada juga yang merasa bahwa jalan pikirannya sama dengan sudut pandang penulis dalam melihat suatu masalah.

Nggak semua hal di blog adalah pengalaman pribadi penulisnya. Ada juga yang pengalaman orang lain yang diedit sedemikian rupa sehingga menjadi artikel yang menarik buat dibaca. Ada juga yang terinspirasi dari kejadian sehari-hari yang dialami orang-orang di sekitar. Dan satu hal lagi, penulis nggak selalu menulis apa yang sedang dirasakan. Ada kalanya penulis blog share tentang kegalauan, padahal sebenarnya, that's not what they feel. Mereka hanya menulis berdasarkan topik yang (menurutnya) menarik, dan bisa dieksplorasi.

Continue reading Oh, Hello !

23.8.15

Depression

I found this on the internet. And, I want to share it for you all. Its like everyone has their secret side, or maybe...everyone has their depressed-side. Sometimes we hate it when everything turned into wrong, we messed everything's up, and we don't know what to do. Sometimes we want to give it up. but ya...always remember that it always rain the hardest for people who deserve the sun, right? Everything will work out at that right time. So, we just need to be patient will all the things, especially with ourself. 

Continue reading Depression

16.7.15

1436H

We all feel lost sometimes. And when we lost in our way, we would make some kind of mistakes. We lost, we broke, we hurt. We messed everything up by keep doing the mistakes without knowing that we're just far from Allah's way.

When we realize that all the things turn into wrong, we need to stop for a while. There would be some questions like : Is it the test? The trap? The karma? Or the answer of our prayers?

We'll take the time to figure it out. We would review about what we have done. We would re-arrange the puzzle. We would re-read the Allah's map.

As the time goes by, we might find that we misunderstood the things. Something that we want the most should be something that we'll be better without. Something that we hate the most should be something that we'd be grateful of.

But if we didn't figure it yet, doesn't mean that we never will. It might not the future that we're afraid of, but repeating the past that make us feel anxious. Don't stress. Allah will give strength to go through what we're going through.

Sure we have sins, scars, bad memories. But, we're never as broken as we think we are. Don't be too worry about how much mistakes we ever made in the past. Because the worst past still can create the best future. Don't be afraid of losing. Because Allah will always guide us home.



Happy Eid Mubarak 1436H everyone. Saatnya kembali, karena Allah telah menanti.


posted from Bloggeroid
Continue reading 1436H

27.6.15

Closer

Belakangan, banyak banget hubungan teman saya yang pacaran bertahun-tahun lamanya berakhir begitu saja. Oh well, mungkin nggak benar-benar "begitu saja" karena dibalik berakhirnya suatu hubungan, selalu ada segudang masalah dan pertimbangan. Di sisi lain, banyak juga teman saya yang tetap setia mempertahankan hubungannya meskipun berat, stuck, lelah, dan sebenarnya udah nggak mungkin diperjuangkan. So that I'm just wondering, how much it hurts?

Kalau bicara tentang seberapa parahnya luka hati (buat yang udah putus, maupun yang masih bertahan), jelas parah. Mengambil keputusan untuk bertahan atau melepaskan disaat semuanya udah sangat-dekat itu nggak mudah, dan (sedikit-banyak) pasti meninggalkan luka.
Ya, that too much will hurt you so much kan?
Logisnya, di usia twenty-something seperti ini, cinta saja nggak akan cukup buat mempertahankan suatu hubungan. Ada banyak pertimbangan lain. Tentang keluarga, prinsip, karir, dan masa depan. Ada kalanya harus menyerah dan mengalah pada keadaan. Ada kalanya juga harus kuat bertahan demi menunggu keajaiban yang akan menyelesaikan.
"Lalu, kenapa hubungan yang terlalu dekat akan menjadi complicated and left the uncomfortable feeling for us?"
Teman saya pernah bertanya seperti itu. And... I couldn't answer it properly. Semuanya masih baik-baik saja, sebelum makin dekat, makin lama, makin cinta, makin mendalam, yang sering berakhir dengan : makin menyakitkan.

Nggak bisa dipungkiri kalau semakin dekat dengan seseorang, secara nggak langsung kita udah "membagi" lebih dari separuh hidup kita buat orang itu. Kita tahu hampir semua hal tentang dirinya, keluarganya, kepribadian, karakter, bahkan sampai titik terendah dalam hidupnya. Pernah sadar nggak kalau kadang kita udah sejauh-itu masuk dalam kehidupan seseorang, dan sebaliknya? Pernah membayangkan sebesar apa kedekatan itu mampu mempengaruhi hidup seseorang?

Continue reading Closer

7.6.15

About Someone Who (Ever) Loved You

Someone who ever loved you might be the one who lost his feeling for you. He might be the one who loved and hurt you too deep, then leaving the unhealed wound inside. The wounds have transformed you a lot, so that you will never see the world the same way ever again.

You have a hard time to let him go. Because you just love him too much. You would be able to face the sadness of life. You would be able to feel the bitter pain. You might be broke. You might be lost.
But after all of this time, you will find yourself back. The stronger you are. The wiser you will be.
Then, after all the loneliness that you passed, he will come back. With a new hello. With a simple how are you. With a warm I miss you. It brings back the memories, the laughs, and the tears. So that you almost forget the pain, but he just stretch the scars.
Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra color. And the people there see you differently, too. Qoutes from : A hat full of sky 
So did you. You will see him differently. You may still love him, but there is something wrong inside. You might love and hate him with the similiar intensity. After all the ups and downs, long talks, and late night romance, he will go away. To the place where he belong. Leaving you with no goodbye.

No matter how sad and lonely you feel, he might just enjoy breaking your heart. One day, deep down you realize that coming back to where he started is not the same as never leaving. You can't always deal with some kind of come-and-go. You need someone to stay, completely, to hold your hand, and never leaving.

Not all the love will be worth fighting for. Someone who ever loved you may come back. But he can't stay. He will always have a special place in your heart. But it doesn't mean that you must have each other.

If it's meant to be, it will be. That's how the fate works. So you'll know that someday, whether he’s here or not, whether you end up with him or not, it doesn't really matter anymore–and it doesn't bother you at all. And you'll be fine, with or without him.


posted from Bloggeroid
Continue reading About Someone Who (Ever) Loved You