23.5.17

Kalau Cinta Harus Ikhlas

Apa yang sering ditakutkan orang saat jatuh cinta?
Banyak. Misalnya, pantas-nggak-nya, takut terluka, takut kehilangan, takut jika ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, takut saat akhirnya nggak berjodoh, dan banyak ketakutan yang lain. Semua ketakutan itu biasanya membuat seseorang jadi nggak benar-benar memperjuangkan dia yang dicintai.

Apapun bisa terjadi. Yang awalnya ragu, menjadi pasti. Yang nggak sengaja kenal, menjadi dekat.
Bahkan mungkin, sebaliknya.
Lalu, kalau apapun bisa terjadi, kenapa kita nggak berani mencoba menjalani? 
Pantas-nggak-nya bisa kita usahakan dengan proses memantaskan diri. Takut terluka? Cepat atau lambat, kita akan terluka karena cinta. Yang harus dipahami adalah, Is she/he was worth the pain? Takut kehilangan? Bukankah semua orang pasti merasakan kehilangan? Entah karena putus, perceraian, ataupun kematian. Berakhir sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan masih lebih baik, karena se-enggaknya, kita pernah memperjuangkan.

Dan jodoh ataupun nggak, itu bukan kapasitas kita buat memutuskan. Karena the choice is yours, but the decision is God's kan?
Yang terpenting, saat siap memperjuangkan sesuatu, kita juga harus mau belajar buat mengikhlaskan. 
Kita harus bisa mengikhlaskan. Karena sedekat, seyakin, dan sebesar apapun keinginan kita buat bersama dengan seseorang, toh saat takdir berkata lain, mau-nggak-mau kita harus bisa menerima. Kalau nggak bisa ikhlas, kita hanya akan melukai diri sendiri dengan harapan yang berlebihan dan ketakutan yang selalu menghantui. Bahagia? Belum tentu. Capek? Pasti.

Apa dia punya perasaan yang sama? Apakah kita pantas buat dia? Apa dia hanya mempermainkan dan menjadikan kita sebagai pelampiasan? Apakah dia nggak akan pergi demi orang lain? Apakah akhirnya bisa berjodoh? Semua pertanyaan itu nggak akan jadi penghalang saat kita bisa mencintai seseorang dengan ikhlas.
Yang pasti, keikhlasan akan membuat kita menerima apapun bentuk akhir dari kedekatan itu. 
Kalau berjodoh, kita akan bisa membangun kebersamaan dengan penuh kejujuran dan keterbukaan. Kalau nggak jodoh, seenggaknya kita bisa meninggalkan kesan baik buat dia, dan yakin bahwa diluar sana, akan ada jodoh yang jauh lebih baik.
No relationship is ever a waste of your time. If it didn't bring you what you deserve, it taught you what you didn't deserve.
Yang terpenting, selalu lakukan yang terbaik saat mencintai seseorang. Dan belajar buat :
Ikhlas saat semuanya nggak selalu berbalas
Dengan itu, pelan-pelan, kita akan menjadi sosok yang lebih baik, lebih dewasa dalam menerima kenyataan, lebih tenang saat semuanya nggak berjalan sesuai keinginan.

So, kalau memang cinta, berarti harus bisa ikhlas. Ikhlas dengan apapun hasil akhir dari proses yang dijalani.


0 comments: