15.9.13

Those Who Came, and Those Who Left

Seseorang yang datang di keseharian kita, sebagai teman, sahabat, keluarga, maupun pasangan pasti akan terkena seleksi alam. Jarak, kesempatan, dan konflik sering menjadi penyebab perpisahan (sementara atau selamanya) dengan mereka. 

Nggak ada yang abadi. Begitu juga dengan kehadiran sampai kedekatan mereka di hidup kita. Yang datang dan yang pergi pasti akan terus berganti. Hari ini seseorang datang, lalu mendekat, dan beberapa saat kemudian meninggalkan. 


Awalnya memang sakit saat harus menghadapi perpisahan dengan mereka. Pihak yang ditinggalkan dan pihak yang meninggalkan bisa sama-sama merasakan sakit. Kehilangan mereka karena berbagai hal bisa sangat membekas. Tapi kalau bisa ber-positive thinking, hal ini bisa juga menjadi motivasi yang menguatkan kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik.

Tiap orang punya "jangka waktu" untuk stay bersama  kita. Jangka waktu itu sendiri bisa ditentukan oleh takdir, keadaan, ataupun sikap kita terhadap mereka. Seseorang yang kita perlakukan dengan baik, kemungkinan akan stay lebih lama, dan sebaliknya. Namun, when the fate worked, mau-gak-mau, siap-gak-siap, kita harus menghadapi perpisahan.
Untuk itu, kita perlu menjadi orang yang fleksibel. Saat harus berpisah, jangan sedih berlebihan, dan saat terlanjur dekat, tetap sadar bahwa semua itu kemungkinan akan berakhir. Jadi, kita akan tetap stabil saat harus menghadapi those who left secara mendadak. 
Seseorang yang pergi, cepat atau lambat pasti akan terganti dengan kehadiran seseorang yang baru di hidup kita. Perlakukan tiap orang yang datang dan sedang-ada di kehidupan kita dengan baik, sebelum kita menyesal karena kehilangan mereka. Saat sudah diperlakukan dengan baik dan mereka tetap pergi, ikhlaskan karena kepergian mereka akan membawa kita untuk bertemu orang lain yang lebih baik.

Bagaimana dengan mereka yang kembali ? Be wise, nggak semua yang kembali itu baik. Jadi, kita sendiri pun harus pintar-pintar untuk melakukan seleksi alam . 

Bagaimana dengan those who came, and (never) left? Ini bisa terjadi saat kita dipisahkan olah jarak atau keadaan, tapi kita tetap menjaga dan berhubungan baik dengan mereka. Nggak masalah, karena when we have an intent of being with them, we'll always find a way. 
Life must still go on, with or without them. Those who came, and those who left will always be a cycle of our life. 
Dan yang paling penting, jangan meratapi orang-orang yang telah pergi dari kehidupan kita.
Just be grateful and enjoy di kehidupan kita yang sekarang, bersama banyak orang yang saat-ini ada di sekitar kita. Karena disitulah kebahagiaan yang bisa kita dapat, seenggaknya-untuk saat ini.
*Antara sangat-pengen danbo, ditinggal Nisa ke Jakarta, dan ramenya traffic seseorang yang datang-pergi-kembali... *abaikan...

28 comments:

Claude C Kenni said...

I'm so glad that in my life I have those who came, and never left =)

空キセノ said...

Nanti aku balik ke Malang kok. Setahun sekali. Pas Idul Fitri. Hahaha... Ayo, Mif, nyusul ke Jakarta.

bayu said...

Dia mulai gak bisa MOve On :D

Rinem said...

Gue sadar orang yg datang di dalam hidup elo hanya berakibat pada satu hal. GALAU

miftah faradisa said...

Kak kenni : Ya, I know it. I've read your post about Max...

Nisa : Zzzzz...iyanih, moga bisa nyusul kesana...

Bayu : udah pliss...

Rinem : Gak gitu2 banget lah... duh susah ngejelasinnya.... --"

Lutfie Nur Ikhsan said...

God Always Listening And Understanding = GALAU -___-

ahmad fauzi said...

keren, gue juga berfikir gitu. kenapa yak, kok setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. malah, orang yang gue kenal dan saling tukar cerita ketawa bareng'' harus pergi dari gue., yah, emang kodratnya gitu sih.

'Untuk itu, kita perlu menjadi orang yang fleksibel. Saat harus berpisah, jangan sedih berlebihan, dan saat terlanjur dekat, tetap sadar bahwa semua itu kemungkinan akan berakhir. Jadi, kita akan tetap stabil saat harus menghadapi those who left secara mendadak' qoute keren neh

AldisaFadlillah said...

Tunggu maksudnya ''Those Who Left'' itu ''Those Who Left forever'' Or ''Those who Just left for a better future'"?
#ngomongapaanakuini

Kukuh Kurniawan said...

wah setuju dengan postingan ini. semua yang datang pasti bakalan pergi. yang penting jangan lupakan yang pergi dan terima dengan baik yang datang :)

pelangi anggita said...

BACA ini aku langsung inget sama ibu sama bapak aku kak :( serius aku gak boong . hahah aku sayaaang banget sama mereka.
aku takut kehilangan mereka :( takut mereka pergi ninggalin aku.
air mata aku lagi berlinang nih kak..
padahal hari ini aku ulangtahun..
ngerasa aja belom jadi apa2 untuk mereka.

Zhie Cha Smile said...

jadi kak Miftah ini udah berpisah sama kak Nisa yahh,, tapi yang jelasnya jarak bukan masalah untuk persahabatan kalian

ya,, memang siklus hidup seperti itu,,, selalu akan ada yang datang dan akan ada yang pergi, ada yang pergi selamanya, ada yang akan kembali,, dan karena pertemuan itu selalu bertemankan perpisahan,, begitulah takdir yang harus kita jalani dalam hidup ini:)

miftah faradisa said...

lutfie : gak semua harus disimpulkan "galau" deh...ahaha

fauzi : makasih... iyanih..udah kodratnya...

disa : dua2nya dong dis... :D

miftah faradisa said...

kukuh : nah...benerr banget kuh...

gita : uwuwuwu... jadi terharu nih... *pukpukgita

zhie : iya gitu deh zhie, siklus dan takdir... setujuu...

aseh prakoso said...

nah ini bener, sering ngalamin, banyak orang yg datang dan pergi, ada yg karna keadaan dan sikap, ada juga yg karna takdir, yg paling ga enak itu karna takdir, betul tuh kak, kita harus ikhlas, karna kita pasti akan menemukan yg lebih baik lagi

Elang Wicakso said...

Ooh Nisa jadi pindah ke Jakarta. Jadi sedih dengernya. Biasanya kalian berdua share cerita bareng. Ngikut kesana aja Mif!

Rahajeng Kartika said...

seleksi alaam itu...seperti rantai makanan, yang lemah tidak akan survive di kehidupan keras ini..
*abaikan.. *alah ingat pelajaran SD

miftah faradisa said...

aseh : amiinnn...iya, semoga cepet menemukan yang terbaik...hehe

elang : pngennya sih gitu, Lang...haha

ajeng : benarrr...yang lemah dan "not worth it" will never survive....haha

Nurul Huda said...

tiap orang punya 'jangka waktu'-nya masing-masing untuk stay sama kita._. oke kalimat ini beneran bikin aku mikir u,u selama ini aku sering berpindah-pindah pergaulan. mungkin tahun ini sama org2 ini, tahun kemarinnya sama org2 yg berbeda, dan tahun2 kedepannya juga akan beda.. Huhuhu, hidup emang keras

BintangCokelat said...

nih, teorine hubungan antar manusia

www.youtube.com/watch?v=FCT6Mu-pOeE

Masita Pawestri Dwi Ratri said...

yap emang gak bisa dipungkiri, setiap pertemuan pasti suatu saat nanti akan ada perpisahan :)

Rahmat Hidayat said...

Untuk itu, kita perlu menjadi orang yang fleksibel. Saat harus berpisah, jangan sedih berlebihan, dan saat terlanjur dekat, tetap sadar bahwa semua itu kemungkinan akan berakhir. Jadi, kita akan tetap stabil saat harus menghadapi those who left secara mendadak.

Gue suka banget sama kata-kata lo itu mif.... :'D

permaisuri said...

ckckckck...namanya juga dimana ada pertemuan, selalu ada perpisahan..
udah, jangan galau..
mending nge-DM aku..kamu menang giveawayku loooh

tofik dwi pandu said...

gue baru pulang kulisah baca beginian jadi berasa di cermahin dosen :D *lebay

sleksi alam itu apa?? did you mean, karma??

tofik dwi pandu said...

typo kuliah haha

Rinem said...

dan gue lebih sadar, orang galau pasti sangat sulit untuk ngejelasin

miftah faradisa said...

huda : iya, hidup selalu keras..ahaha

pen : kuota gak mendukung...haha

masita : Yup..benerr...

rahmat : ahaha. makasih...

miftah faradisa said...

permaisuri : folback dulu pliss..DMku gak kekirim2 klo blm d folback.. hiks

topik : beda dong..seleksi alam it smacam takdir lah..ahaha

Moti Peacemaker said...

ketika terjadlin hubungan...yang tidak pernah ingin dilepas dan selalu ditakutkan adalah sebuah perpisahan...sedang hal tersebut tdak bisa dihindari.....

yang bisa kita lakukan hanya menciptakan susana sekondusif mungkin