23.11.15

And She is Afraid of Heights

Apa yang sering ditakutkan orang saat jatuh cinta?

Banyak. Misalnya, pantas-nggak-nya, takut terluka, takut kehilangan, takut jika ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, takut saat akhirnya nggak berjodoh, dan banyak ketakutan yang lain. Ditambah pertanyaan-pertanyaan semacam "Apa dia punya perasaan yang sama?", "Apakah kita pantas buat dia?", "Apa dia hanya mempermainkan dan menjadikan kita sebagai pelampiasan?" "Apakah dia nggak akan pergi demi orang lain?", "Apakah akhirnya bisa berjodoh?", Semua ketakutan itu biasanya membuat seseorang jadi nggak benar-benar memperjuangkan dia yang dicintai.
Padahal, apapun bisa terjadi. Yang awalnya ragu, menjadi pasti. Yang nggak sengaja kenal, menjadi dekat. Bahkan mungkin, sebaliknya. 
Lalu, kalau apapun bisa terjadi, kenapa kita nggak berani mencoba memperjuangkan?

Pantas-nggak-nya bisa kita usahakan dengan proses memantaskan diri. Takut terluka? Cepat atau lambat, kita akan terluka karena cinta. Yang harus dipahami adalah, Is she/he was worth the pain? lalu, takut kehilangan? Bukankah semua orang pasti merasakan kehilangan? Entah karena putus, perceraian, ataupun kematian. Berakhir sebagai cinta yang bertepuk sebelah tangan masih lebih baik, karena setidaknya, kita pernah memperjuangkan. Dan jodoh ataupun nggak, itu bukan kapasitas kita buat memutuskan. Karena the choice is yours, but the decision is God's kan?

Jadi, kenapa jatuh cinta bisa se-takut itu? 

Semuanya nggak akan mudah buat mereka yang pernah terluka parah (karena cinta).  Sedikit banyak, mereka pasti lebih berhati-hati agar nggak terluka lagi. Butuh banyak pertimbangan buat kembali membuka hati setelah semuanya pernah berakhir perih. Butuh lebih banyak waktu, usaha dan pengorbanan buat mendapatkan hati mereka yang pernah terluka. if she flinches when he go to put his arm around her, someone else hand once wasn't so sweet. If she questions him, someone else lied to her. If she dosen't tell him things, someone else once betrayed her secret.

As the time goes by, without even realizing it, you will teach her a lot of things, not only about life and love but how its okay to feel something extraordinary about someone.



And for now, 
he want to say I love you then he keeps it to goodnight, 
because love will mean some falling...
 and she's afraid of heights. 
:
:
:
:
:
:
:
:
But, everytime she laughs, she hopes that he's watching. 
Just maybe he will fall for her smile, just as hard as she fell for his. :)
Continue reading And She is Afraid of Heights

19.10.15

Oh, Hello !

Ada yang pernah bilang, jika seseorang hilang dari dunia blogging, kemungkinan besar alasannya adalah : "Their real life happens". And maybe, I will be one of them.

My real life happens. Banyak hal yang harus saya bereskan selama beberapa bulan belakangan. Dan selebihnya, zona mati rasa dan titik jenuh yang bisa disalahkan. Hahaha.

Well, saatnya masuk ke topik sebenarnya. Apapun yang ditulis di sosial media nggak akan lepas dari anggapan "you're what you write". Sah-sah saja sebenarnya. Because no matter what you do, people will always judge you in the end. Tapi kadang hal seperti itu akan menganggu jika orang lain jadi sok-tau-banget dengan apa-yang-terjadi. Hanya dari sosial media yang tulisannya pendek saja orang bisa menilai sejauh itu. Apalagi kalau tulisan panjang yang berbentuk artikel seperti blog. Kebayang kan sejauh apa mereka menilai "penulis"nya? *curhat-terselubung.

Disini, saya akan bahas tentang behind the scene dari sebuah tulisan (khususnya tulisan dalam blog ini), sekaligus sebagai klarifikasi (dan pembelaan) dari anggapan you're what you write.

Pada umunya, blog dibuat untuk menampung hal-hal yang nggak bisa disampaikan secara langsung. Selama beberapa waktu, blog menjembatani apa yang mungkin dirasakan banyak orang, tapi nggak bisa disampaikan secara langsung ke orang yang bersangkutan. Banyak readers yang merasa "ya, that's what I feel too" setelah membaca artikel blog. Mungkin banyak juga yang merasa lebih baik ditengah kegalauannya dengan menjelajahi berbagai artikel di blog. Atau ada juga yang merasa bahwa jalan pikirannya sama dengan sudut pandang penulis dalam melihat suatu masalah.

Nggak semua hal di blog adalah pengalaman pribadi penulisnya. Ada juga yang pengalaman orang lain yang diedit sedemikian rupa sehingga menjadi artikel yang menarik buat dibaca. Ada juga yang terinspirasi dari kejadian sehari-hari yang dialami orang-orang di sekitar. Dan satu hal lagi, penulis nggak selalu menulis apa yang sedang dirasakan. Ada kalanya penulis blog share tentang kegalauan, padahal sebenarnya, that's not what they feel. Mereka hanya menulis berdasarkan topik yang (menurutnya) menarik, dan bisa dieksplorasi.

Continue reading Oh, Hello !

23.8.15

Depression

I found this on the internet. And, I want to share it for you all. Its like everyone has their secret side, or maybe...everyone has their depressed-side. Sometimes we hate it when everything turned into wrong, we messed everything's up, and we don't know what to do. Sometimes we want to give it up. but ya...always remember that it always rain the hardest for people who deserve the sun, right? Everything will work out at that right time. So, we just need to be patient will all the things, especially with ourself. 

Continue reading Depression

16.7.15

1436H

We all feel lost sometimes. And when we lost in our way, we would make some kind of mistakes. We lost, we broke, we hurt. We messed everything up by keep doing the mistakes without knowing that we're just far from Allah's way.

When we realize that all the things turn into wrong, we need to stop for a while. There would be some questions like : Is it the test? The trap? The karma? Or the answer of our prayers?

We'll take the time to figure it out. We would review about what we have done. We would re-arrange the puzzle. We would re-read the Allah's map.

As the time goes by, we might find that we misunderstood the things. Something that we want the most should be something that we'll be better without. Something that we hate the most should be something that we'd be grateful of.

But if we didn't figure it yet, doesn't mean that we never will. It might not the future that we're afraid of, but repeating the past that make us feel anxious. Don't stress. Allah will give strength to go through what we're going through.

Sure we have sins, scars, bad memories. But, we're never as broken as we think we are. Don't be too worry about how much mistakes we ever made in the past. Because the worst past still can create the best future. Don't be afraid of losing. Because Allah will always guide us home.



Happy Eid Mubarak 1436H everyone. Saatnya kembali, karena Allah telah menanti.


posted from Bloggeroid
Continue reading 1436H

27.6.15

Closer

Belakangan, banyak banget hubungan teman saya yang pacaran bertahun-tahun lamanya berakhir begitu saja. Oh well, mungkin nggak benar-benar "begitu saja" karena dibalik berakhirnya suatu hubungan, selalu ada segudang masalah dan pertimbangan. Di sisi lain, banyak juga teman saya yang tetap setia mempertahankan hubungannya meskipun berat, stuck, lelah, dan sebenarnya udah nggak mungkin diperjuangkan. So that I'm just wondering, how much it hurts?

Kalau bicara tentang seberapa parahnya luka hati (buat yang udah putus, maupun yang masih bertahan), jelas parah. Mengambil keputusan untuk bertahan atau melepaskan disaat semuanya udah sangat-dekat itu nggak mudah, dan (sedikit-banyak) pasti meninggalkan luka.
Ya, that too much will hurt you so much kan?
Logisnya, di usia twenty-something seperti ini, cinta saja nggak akan cukup buat mempertahankan suatu hubungan. Ada banyak pertimbangan lain. Tentang keluarga, prinsip, karir, dan masa depan. Ada kalanya harus menyerah dan mengalah pada keadaan. Ada kalanya juga harus kuat bertahan demi menunggu keajaiban yang akan menyelesaikan.
"Lalu, kenapa hubungan yang terlalu dekat akan menjadi complicated and left the uncomfortable feeling for us?"
Teman saya pernah bertanya seperti itu. And... I couldn't answer it properly. Semuanya masih baik-baik saja, sebelum makin dekat, makin lama, makin cinta, makin mendalam, yang sering berakhir dengan : makin menyakitkan.

Nggak bisa dipungkiri kalau semakin dekat dengan seseorang, secara nggak langsung kita udah "membagi" lebih dari separuh hidup kita buat orang itu. Kita tahu hampir semua hal tentang dirinya, keluarganya, kepribadian, karakter, bahkan sampai titik terendah dalam hidupnya. Pernah sadar nggak kalau kadang kita udah sejauh-itu masuk dalam kehidupan seseorang, dan sebaliknya? Pernah membayangkan sebesar apa kedekatan itu mampu mempengaruhi hidup seseorang?

Continue reading Closer

7.6.15

About Someone Who (Ever) Loved You

Someone who ever loved you might be the one who lost his feeling for you. He might be the one who loved and hurt you too deep, then leaving the unhealed wound inside. The wounds have transformed you a lot, so that you will never see the world the same way ever again.

You have a hard time to let him go. Because you just love him too much. You would be able to face the sadness of life. You would be able to feel the bitter pain. You might be broke. You might be lost.
But after all of this time, you will find yourself back. The stronger you are. The wiser you will be.
Then, after all the loneliness that you passed, he will come back. With a new hello. With a simple how are you. With a warm I miss you. It brings back the memories, the laughs, and the tears. So that you almost forget the pain, but he just stretch the scars.
Why do you go away? So that you can come back. So that you can see the place you came from with new eyes and extra color. And the people there see you differently, too. Qoutes from : A hat full of sky 
So did you. You will see him differently. You may still love him, but there is something wrong inside. You might love and hate him with the similiar intensity. After all the ups and downs, long talks, and late night romance, he will go away. To the place where he belong. Leaving you with no goodbye.

No matter how sad and lonely you feel, he might just enjoy breaking your heart. One day, deep down you realize that coming back to where he started is not the same as never leaving. You can't always deal with some kind of come-and-go. You need someone to stay, completely, to hold your hand, and never leaving.

Not all the love will be worth fighting for. Someone who ever loved you may come back. But he can't stay. He will always have a special place in your heart. But it doesn't mean that you must have each other.

If it's meant to be, it will be. That's how the fate works. So you'll know that someday, whether he’s here or not, whether you end up with him or not, it doesn't really matter anymore–and it doesn't bother you at all. And you'll be fine, with or without him.


posted from Bloggeroid
Continue reading About Someone Who (Ever) Loved You

17.5.15

Prewedding Mbak Dita & Mas Romy

Halo, kembali di edisi mager, alias males gerak dan males nulis karena...nggak ada inspirasi yang sesuai. Dan kali ini, saya akan posting tentang hasil proyek motret prewedding bulan Maret lalu.

Ceritanya, konsep prewedding dibuat dalam beberapa tema. And this is my favourite one. Sky. Berangkat ke rumah Mbak Dita jam 4 pagi, lanjut ke lokasi jam 5 pagi, dan gagal dapat warna langit yang diinginkan. Akhirnya, yah... proses editing yang menyempurnakan. Berikut hasilnya, setelah dibentuk jadi kolase. 

 Sky (terinspirasi dari koleksi foto disini)

Continue reading Prewedding Mbak Dita & Mas Romy