19.10.13

Love is (too) Complicated [1/2]

It wasn't my story. It was A's love story. Ini bukan pengalaman pribadi saya, tapi ini adalah pengalaman seseorang, yang dia ceritakan kepada saya. Dan dia setuju jika pengalamannya dijadikan bahan postingan blog ini... *asikkk...

A ditinggal B, pacar yang sangat disayanginya. Then the time moved, A sudah berpacaran dengan yang baru, yaitu C. Everything was fine, sampai suatu saat B kembali, minta maaf dan menganggap bahwa dia masih berpacaran dengan A. Bahkan orang tua B sengaja "menitipkan" anaknya kepada A sampai suatu saat mereka siap menikah.

Entah kenapa, saat itu A malah mengiyakan dan nggak jujur dengan kondisinya yang sudah berpacaran dengan orang lain. Mungkin sungkan dengan orangtua B, atau karena alasan lain. Akhirnya, A melanjutkan hubungannya dengan B, dan tetap berpacaran dengan C.

Hubungan A dan B berjalan baik. B memperlakukan A dengan sangat-baik, dan sebaliknya. Sebenarnya, A hanya sekedar sungkan atau "berbaik hati" dengan tetap menjalani hubungan bersama B. Kebaikan hati ini jelas di-salah-artikan oleh B yang berpikir bahwa A masih sangat mencintainya.

A sudah berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan B, tapi melihat sangat-baiknya sikap B, dia jadi nggak tega dan bingung tentang bagaimana-cara untuk memutuskan hubungan. Sehingga, A masih menyusun strategi tentang cara-ngomong yang baik agar B nggak terluka terlalu parah. Dan jelas, C nggak tau apa-apa tentang masalah ini.
Somehow we had gone so far into someone's life through the relationship, so that we couldn't find a way to end it up.
Kadang kita masuk terlalu jauh ke dalam kehidupan seseorang, sampai kita nggak menemukan cara untuk keluar dari kehidupan orang itu. Kadang kebaikan yang kita lakukan bisa menumbuhkan harapan tinggi di hati seseorang, sampai kita nggak sanggup untuk memenuhi harapan itu. A sudah masuk terlalu jauh dan memberi harapan di kehidupan B, sementara B sudah terlanjur menaruh harapan yang sangat tinggi terhadap hubungannya dengan A.

Saya nggak ngerti dengan jalan pikiran A. Bukankah lebih baik jujur dari awal, walaupun itu semua akan menyakitkan buat B dan keluarganya. Kejujuran itu menyakitkan, dan lebih menyakitkan lagi saat kejujuran itu datang terlambat. Tapi menurut A, dia punya alasan kuat untuk nggak jujur pada saat itu. Dan di waktu yang tepat (nanti), dia baru akan jujur tentang semuanya. Sampai sekarang, A masih mencari "waktu yang tepat" itu.

Untuk apa menunggu dan mencari, toh pada akhirnya seseorang nggak akan pernah bisa siap untuk dipisahkan dengan orang yang dia cintai. Dan cepat atau lambat, siap atau nggak siap, B pasti akan terluka. Di waktu yang tepat, maupun waktu yang salah.
Bukankah se-siap apapun, pada kenyataannya nggak akan ada orang yang benar-benar siap untuk menerima sebuah perpisahan...? Dan bukankah sebenarnya, sampai kapanpun-nggak akan pernah ada waktu yang tepat untuk suatu perpisahan...? Entahlah...

Waiting for the next >> Love is (too) Complicated [2/2]

24 comments:

Rizki Pradana said...

kadang cinta itu memang membingungkan,,cinta kita sendiri saja membingungkan apalagi ketika kita lebih jauh memasuki dunia orang lain,ckckck
tp percya samua permaslahan pasti ada ujung dan penyelesaiannya :))


salam EPICENTRUM
mampir ya kakak :))

Rahajeng Kartika said...

perpisahan yang pasti adalah kematian, daripada bergalau memikirkan perpisahan dunia, mending mempersiapkan diri menghadapi perpisahan absolut yg tidak dapat diganggu gugat kedatangannya, karena yang bisa menyelamatkan diri kita y cuma kita sendiri.. :D

Lidya Basrindu said...

wah ini sering banget diceritain di ftv ftv haha, waiting for the next storynya yaa. seru bacanya hihi

Claude C Kenni said...

Mengutip kata2 favoritnya Ti Pat Kay dari serial film Kera Sakti "Sejak dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir"

Kadang kita ga akan pernah bisa mengerti jalan pikiran seseorang apabila sudah bersangkutan dengan cinta karena hati manusia itu sedalam lautan, ada banyak faktor dan pertimbangan yg di luar logika, yg ga akan pernah bisa kita pahami kalo kita tidak pernah ada di posisi yg sama dengan dia.

Bersyukur aja bahwa cinta singgah di kehidupan kita, dengan segala suka dan dukanya. In the end, semua itu akan membuat kita jadi lebih bijaksana... =)

miftah faradisa said...

rizki : ya, begitulah...emg ribet...haha

ajeng : syuper sekali bu nyutt... mari berburu amalan untk akhirat...yuhuu

Rahmat Hidayat said...

Too much drama.....

Alur cerita yang kayak gini, pasti pernah ditayangin di FTV. Iya, saya yakin. Ternyata, FTV ada benernya juga ya. Cuma bedanya, mereka 'always happy ending. Hih.

miftah faradisa said...

lidya : ahaha. iyasih...

kak keven : yup..bener banget kak...yah bgitulah cinta...

rahmat : wow..santai aja... ya jelas ada benernya... FTV kn sbagian jg interpretasi dari kjadian nyata... tp sbagian lagi sengaja dibuat2 sih...

Dian Wahyuni said...

aaah, suka kata-kata terakhirnya, biar bagaimanapun gak ada yang pernah siap sama perpisahan :') waiting for next part cantik :)

Enda Lestari said...

cerita yang rumit..
tapi aku juga sering nemuin yang kayak gini hehe

yah itulah manusia, terkadang hal baik yang kita lakukan selalu di anggap 'lebih'
ntar ujung2nya dibilang php
#eh *curcol*

nazaruddin ikhsan said...

waduh kisah yang rumit : A+B-C = logaritma haha *canda
seharusnya si A harus mengerti ketika ia sudah berani memilih maka ia juga harus siap dengan resikonya :)

Robianus Supardi said...

Inj kayaknya banyak dialami sama anak muda sekarang. Emang benar sih kadang kalo masuk terlalu dalem susah keluarnya. alasannya macem-macem; gak tegalah dianyalah, gak tega sama orangtuanyalah, bahkan gak tega sama neneknya. Emmmm cinta emang gitu sifatnya yah..jahat.

tofik dwi pandu said...

mif si C nya figuran tah? hahaha nongolnya bentar banget
yang gue tangkep sih si A ini kayaknya orangnya nggak enakan, demi mempertahankan ke-nggak-enakan dia berpura2 mau balik sama si B, ehh gitu ga sih?? hehe

ditunggu yg ke 2nya

Masita Pawestri Dwi Ratri said...

wah ini cinta yang rumit.. seharusnya mending jujur di awal, kalo si A udah punya pacar.. kalo gini keadaannya kan sama aja si A mehapein si B.

yaah semoga aja, endingnya semuanya bahagia hehe

sara ashari said...

ini cerita yang galau beud gilak... jadi tambah sedih.. :'(
yah bener banget, kadang orang jadi terlalu masuk ke dalam hidup orang lain sampe gak tau gimana cara keluar lagi dan ketika mereka berlalu yang tersisa cuma kepedihan buat orang yang ditinggal karna ketidakjujuran itu... huft... #galau

Rinem said...

Dan perlu elo tahu mif. Pertama kali pacaran. Atau dg pacar pertama gue. Gue udah jd kayak B. Dan pacaran gue yang ketiga gue dijadiin kayak C. Kadang gue mikir.. sepertinya gue enggak pernah bakat pacaran. Sebab pacarN gue yan kedua. Gue ditinggal nikah

ahmad fauzi said...

Sbenernya smpai skrang gue msih blom mengetahui arti cinta. Gue hnya sdikit tau tntng cinta terhadap sang Maha penyayang. Dan ga tau sma skali tntng arti cinta.
Mngkin, arti cinta itu hnya org yg bersangkutan yg mengetahuinya. Krena dlam urusan soal cinta, hati lah yg berbicara. Mnurut gue sih gitu

agha maruf said...

cinta segituga..
waduh... apa jadinya ya.. lebih baik cinta A+B; kan sudah ada kepastian dari orang tua masing-masing...

miftah faradisa said...

dian : iya...makasih...

enda : nah..iya bener banget...cie curcoll..ahaha

nazar : harusnya sih gitu ya...

miftah faradisa said...

robi : ya..kayaknya sih emag gitu bi,,, --"

tofik : nah...benerr pik...

masita : iya, moga happy ending buat semuanya...tapi kayaknya sulit...hehe

miftah faradisa said...

sara : aaa..jangan sedih..jangan galau...ahaha

rinem : ah warah banget nem...moga suatu saat km bisa jadi yg A ya... *lhoo

miftah faradisa said...

fauzi : iya, emang gitu zi... cuman yg bersangkutan yang bener-bener tau...

agha : yah tp msalahnya nggak se-simple itu kyaknya...ehehe

Nurul Prayoga Abdillah said...

cukup-cukup. jangan lagi bahas cinta. gue sedang galau stadium lanjut.

gue setuju, jujur itu pahit, tp gk berduri. udah itu ajah!

Nurul Huda said...

aku masih terlalu kecil untuk ini deh kayaknya, jadi bingung mau giman komentarnya.. yaudah aku mau nanya aja, ini si A cowok apa cewek? Udah gitu aja._.

miftah faradisa said...

oga : setuju.. jujur itu pahit,,ahaha

huda : iya kamu masih kecil..belajar dan sekolah dlu aja..jgn mikirin cinta..haha